PENGARUH EKSTRAK DAN FRAKSI DAUN KARAMUNTING (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) TERHADAP PERTUMBUHAN BAKTERI Eschericia coli

Onny Indriani, Awalul Fatiqin, Tri Oktarina

Abstract


Latar belakang: Salah satu tumbuhan yang digunakan sebagai obat adalah daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton.) Hassk.). Secara tradisional daun tumbuhan Karmunting digunakan sebagai obat cacing pada manusia, mengobati luka, kudis, mengurangi sakit kepala, mengobati sakit perut dan diare, menahan pendarahan dan juga digunakan untuk mencegah infeksi setelah melahirkan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efek antibakteri fraksi  Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton)Hassk) terhadap bakteri Escherichia coli dengan metode difusi agar. Metode: Jenis penelitian quasi eksperimen untuk mengetahui suatu gejala atau pengaruh yang timbul, sebagai akibat dari adanya perlakuan tertentu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei 2019 sampai dengan bulan Agustus 2019. Dengan beberapa perlakuan dalam ekstraksi dilakukan metode maserasi yang diperoleh ekstrak kental sebanyak 161,5 gram dengan hasil rendemen 8,075% dari 2kg serbuk simplisia, pada fraksinasi menggunakan metode cair-cair dengan pelarut N-heksan (non polar) dengan hasil hasil 0.5099 gram, etil asetat (semi polar) dengan hasil 5,2997 gram, etanol (polar) dengan hasil 12,3887gram, kemudian diujikan pada pertumbuhan bakteri Eschericia coli dengan difusi agar lalu melakukan pengukuran zona bening dan di analisis dengan ANOVA pada nilai normality (p) >0,05. Hasil:  Ekstrak Daun karamunting dengan konsentrasi 40%-4,95mm, 60%-6,38mm, 80%-8,24mm, Fraksi etanol 60%-6,04mm, 80%-7,5mm, 100%-8,75mm dan fraksi etil 40%5-6mm, 60%-6,7mm, 80%- 7,48mm, tidak terbentuk zona hambat pada fraksi N-heksan dengan konsentrasi 16%, 32%, 64%. Kesimpulan: Terdapat pengaruh ekstrak Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk.) terhadap pertumbuhan Bakteri Eschericia coli. konsentrasi yang terbaik adalah Ekstak 80% dan Fraksi Etanol 100% dikarenakan pada hasil uji dinyatakan tidak berbeda signifikan dinyatakan nilai (p) > 0,05.

 

Kata kunci : Ekstrak, Fraksi, Daun Karamunting, Antibakteri, E.coli


Full Text:

PDF

References


Adelberg E.A, jawetz.E, & Melnick, 2007 J.L.Review Medical Microbiology 16 th edition, maruzen Asian edition. California: Lange medical publications USA.

Anonim, 1985, Cara Pembuatan Simplisia, Departemen Kesehatan Republik Indonesia, 1-2.

Ajizah A. Sensitivitas Salmonella Typhimurium Terhadap Ekstrak Daun PsidiumGuajava L. Bioscientie. 2004; 1(1): 31-8

Brooks., et al. 2008. Mikrobiologi Kedokteran. Ed. 23. Jakarta : EGC.

Cappuccino, J. G. dan Sherman, N. (2013).Manual Laboratorium Mikrobiologi. Edisi VIII. Jakarta: EGC. Hal: 111, 112, 117, 313, 329, 331, dan 332.

Center for Disease Control and Prevention (CDC): Osteoarthritis. http://www.cdc.gov/arthritis/basics/osteoarthritis.html. (diakses pada tanggal 1 april 2019)

Cushnie,T.P. 2005. Antimicrobial activity of flavonoids. In Journal.Antigent.Agent 26 (2005) 343–356.

Dachriyanus. 2005. Cytotoxic Compounds from Karamunting (Rhodomytus tomentosa). Padang: Universitas Andalas.

Depkes RI. 1995. Farmakope Indonesia. Edisi V. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia..

Depkes RI 1995. Materia medika Indonesia. Jilid VI, Jakarta Depkes RI, hal 109-110

Depkes RI. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman10-11.

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Halaman 3-5, 10-11.

Ditjen POM. (1979). Farmakope Indonesia. Edisi Ketiga. Jakarta: Departemen Kesehatan RI. Hal. 748.

Dwyana Z, Johanes E, Saerong W. 2011. Uji ekstrak kasar alga merah (Eucheuma cottonii) sebagai antibakteri terhadap bakteri patogen. Jurnal Universitas Hassanudin. h. 4-6.

Eko,dkk.2015. Ujiaktivitas antifungi ekstrak etanoldaun karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in viro. Kalimantan barat.

Farnsworth, N. R., 1966, Biological and Phytochemical Screening of Plants, Journal of Pharmaceutical Sciences, 55 (3) Fahmi, Irham. (2012). Pengantar Pasar Modal. Bandung : Alfabeta.

Jawetz, E., Melnick, J.L., Adelberg E.A. 2010. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta: Salemba Medika, p:766. Jongkon, dkk 2011.

Harborne, J.B. (1987). Metode Fitokimia. Penerjemah:Kosasih Padmawinata dan Iwang Soediro. Bandung: Penerbit ITB. Halaman 6, 147.

Hasibuan Rosmidah Dkk.2017.Kajian Kandungan Fitokimia Dari Ekstrak Haramonting (Rhodomytustomentosa)Sebagaiobatherbal .Staff Pengajar Pendidikan Biologi STKIP Labuhanbatu.Sumatera Utara

Hendra, R., Ahmad, S., Sukari, A., Shukor, MY, & Oskoueian, E. (2011). Analisis Flavonoid dan Aktivitas Antimikroba dari Berbagai Bagian Buah Boal Phaleria macrocarpa (Scheff.). Jurnal Internasional Ilmu Molekuler, 12 (6), 3422-3431. doi: 10.3390 / ijms12063422

Herbie, Tandi. 2015. Kitab Tanaman Berkhasiat Obat-226 Tumbuhan Obat untuk Penyembuhan Penyakit dan Kebugaran Tubuh. Yogyakarta: Octopus Publishing House, p:359.

Katno, Pramono S. (2009). Tingkat Manfaat dan Keamanan Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Balai Penelitian Obat Tawangmangu. Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada [press release]. Yogyakarta: Fakultas Farmasi UGM.

Krismawati, A. dan Sabran,M.. 2004. Pengelolaan Sumber Daya Genetik Tanaman Obat Spesifik Kalimantan Tengah. Buletin Plasma Nutfah Vol. 12 No.1 hal.17 Th. 2004.

Kurniadi Y, Saam Z, Afandi D. Faktor Kontaminasi Bakteri E. Coli Pada Makanan Jajanan Dilingkungan Kantin Sekolah Dasar Wilayah Kecamatan Bangkinang. Jurnal Ilmu Lingkungan. 2013;7(1):29-37.

Madduluri S, Rao KB, Sitaram B. 2013. In vitro evaluation of antibacterial activity of five indigenous plants extract against five bacterial pathogens of human. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Science; 5(4). h. 679-84.

Masyud. 2010. Lokakarya Nasional Tumbuhan Obat Indonesia 2010.http://www.dephut.go.i d/index.php?q=id/node/6603 diunduh 17 april 2019

Mycek, Mary J,2001. Farmakologi ed 2.Alih bahasa Awar Agoes. Jakarta: Widya Medika (Hal 327-329)

Ngajow M, Abidjulu J, Kamu VS. 2013. Pengaruh antibakteri ekstrak kulit batang matoa (Pometia pinnata) terhadap bakteri Staphylococcus aureus secara in vitro. Jurnal MIPA UNSRAT Online. 2(2). h. 128-32.

Poeloengan M, Praptiwi P. 2012. Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana Linn). Media Litbang Kesehatan.; 20(2). h. 65-9.

Prisa 2016. Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Karamunting (Rhodomyrtus tomentosa (Ait.) Hassk) Terhadap pertumbuhan Bakteri Vibro cholerae Secara In Vitro. Fakultas Kedokteran Universitas Tanjung Pura. Pontianak,

Rosmidah, dan Hasper 2017. Kajian Kandungan Fitokimia Dari Ekstrak Harmonting (Rhodomyrtus tomentosa) Sebagai Obat Herbal. Kampus STKIP Labuhan batu. Sumatera Utara.

Saising, J., Ongsakul, M., & Voravuthikunchai, SP (2011). Rhodomyrtus tomentosa (Aiton) Hassk. ekstrak etanol dan rhodomyrtone: strategi potensial untuk pengobatan stafilokokus pembentuk biofilm. Jurnal Mikrobiologi Medis, 60 (12), 1793–1800. doi: 10.1099 / jmm.0.033092-0 .

Santoso, S. (2015). SPSS20 Pengolahan Data Statistik di Era Informasi, Jakarta, PT. Alex Media Komputindo, Kelompok Gramedia.

Siswandono dan Soekardjo, B., 2000, Kimia Medisinal 1, Airlangga University Press, Surabaya,Tjitrosoepomo, G. 2003. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.

Yun. Y., f., L, Aisyah.S KR Mulyani. 2013. Potensi metabolit skunder hasil fraksinasi Ekstrak n-Heksan daun karamunting (Rhodomyrtrus tomentosa (Aiton) Hassk) asal belitung. Aristoteles. 10,30-40.Surabaya.




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v4i3.203

Refbacks

  • There are currently no refbacks.