PERBANDINGAN JUMLAH TES HIV/AIDS IBU HAMIL PADA PEMERIKSAAN K1 DAN K4

Resy Asmalia, Erwin Maulana, Lisa Permatasari

Abstract


Latar belakang: Pelayanan Antenatal care (ANC) adalah pelayanan kesehatan yang diberikan oleh tenaga kesehatan untuk ibu selama masa kehamilannya. Standar dalam pelayanan antenatal salah satunya adalah tes laboratorium berupa pemanfaatan pemeriksaan HIV. Tes HIV dilakukan kepada semua ibu hamil saat pemeriksaan antenatal atau menjelang persalinan. Pemeriksaan tes HIV sangat penting bagi ibu hamil dalam mencegah terjadinya HIV/AIDS. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui distribusi frekuensi ibu hamil dalam pemanfaatan pemeriksaan HIV Pada ANC Ibu Hamil yang melakukan tes HIV/AIDS pada pemeriksaan K1 dan pemeriksaan K4. Metode: Jenis penelitian ini kualitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian menggunakan data sekunder berupa data hasil rekam medis pasien pada ibu hamil yang melakukan pemeriksaan tes HIV/AIDS pada pemeriksaan K1 dan K4 di Puskesmas Plaju Palembang bulan Oktober 2018. Sampel penelitian ini diambil dengan cara total sampling. Jumlah sampel yang didapatkan ialah 78 orang. Hasil: Hasil penelitian didapatkan distribusi frekuensi ibu hamil dalam pemanfaatan pemeriksaan HIV pada ANC ibu hamil sebanyak 75,6% yang tes HIV. Pada usia ibu hamil didapatkan pemeriksaan K1 yang tes HIV yaitu terbanyak pada usia 20-35 tahun sebanyak 38,2% serta pada pemeriksaan K4 ibu hamil yang tes HIV yaitu terbanyak pada usia 20-35 tahun sebanyak 20,6%. Pada pekerjaan ibu hamil pemeriksaan K1 tes HIV yaitu terbanyak pada ibu bukan pekerja sebanyak 32,3% serta pada pemeriksaan K4 ibu hamil yang tes HIV yaitu terbanyak pada ibu yang bukan pekerja sebanyak 29,4%. Pada paritas ibu hamil pemeriksaan K1 yang tes HIV yaitu terbanyak pada ibu primigravida sebanyak  23,6% serta pemeriksaan K4 ibu hamil yang tes HIV yaitu terbanyak pada ibu multigravida sebanyak 17,6%. Saran: Puskesmas Plaju Palembang meningkatkan  pelayanan ANC (Antenatalcare) bagi ibu hamil berupa konseling serta menyarankan tes HIV pada pemeriksaan laboratorium rutin.

 

Kata kunci : Ibu hamil, Pemeriksaan Antenatal, Tes HIV


Full Text:

PDF

References


Ermalena.(2015. Indikator Kesehatan Sustainable Development Goals (SDG’s) di Indonesia. Jakarta: DPR RI; 2015.

Gabriellyn, S.P. (2013). Faktor yang Berhubungan dengan Keteraturan Kunjungan Antenatal di Wilayah Kerja Puskesmas Kapala Pitu Kabupaten Toraja Utara. Universitas Hasanuddin; 2013. Tersedia di: http://repository.unhas.ac.id diakses pada 09 Desember 2018.

Halim. (2016). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Ibu Hamil dalam Pemeriksaan HIV di Wilayah Kerja Puskesmas Halmahera Kota Semarang. Jurnal Universitas Diponogoro. 2016; 4(5). Tersedia di: Http://Ejournal s1.Undip.Ac.Id/Index.Php/Jkm diakses pada 09 Desember 2018.

Hensen B, dkk. (2012). Universal voluntary HIV testing in antenatal care settings; a review of contribution of provide–initiated testing & counselling. Tropical Medicine and International Health. 2012; 17 (1): 59-70.

Ivers L, Freedberg K, Mukherjee J. (2007). Provider initiated HIV testing in rural Haiti: low rate of missed opportunities fordiagnosis of HIV in a primary care clinic. AIDS Research and Therapy. 2007; 4 (28).

Kementrian Kesehetan RI. (2018). Perkembangan HIV/AIDS dan IMS Tahun 2018. Jakarta: Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit; 2018.

Kementrian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 97 Tahun 2014 tentang Pelayanan Kesehatan Masa Sebelum Hamil, Masa Hamil, Persalinan dan Masa Sesudah Melahirkan. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2014.

Kementrian Kesehetan RI. (2015). Pedoman Manajemen Program Pencegahan Penularan HIV dan Sifilis dari Ibu ke Anak. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI; 2015.

Kementrian Kesehetan RI. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan. Jakarta : Kementrian Kesehatan RI; 2016.

Manuaba. (2010). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Jakarta: EGC; 2010.

Moges Z and Ambarbir. (2011). Factors Associated with Readiness to VCT Service Utilization among Pregnant Women Attending Antenatal Clinics in Northwestern Ethiopia. Ethiopian Jurnal Of Health Scinences. 2011; 4

Notoatmodjo, S. (2012)., Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.

Dinkes Provinsi Sumsel. (2015). Profil Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan tahun 2015.

Dinkes Kota Palembang. (2017). Profil Kesehatan Kota Palembang tahun 2017.

Puspita, R.(2004). Faktor-Faktor yag Berhubungan Dengan Kelengkapan Pemeriksaan Kehamilan K4 di Puskesmas Kecamatan Pakuhaji Tahun 2003. FKM: UI; 2004.

Setiyawati & Meilani. (2015). Determinan Perilaku Tes HIV pada Ibu Hamil. Jurnal Kesehatan Masyarakat Nasional. 2015; 9(3).

UNAIDS.(2018). Global Report: UNAIDS report on the global AIDS epidemic. Geneva: Joint United Nations Programme on HIV/AIDS; 2018.

WHO. HIV/AIDS. (2018). Tersedia di: http://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hiv-aids diakses pada 09 September 2018.

WHO. HIV/AIDS. (2017). Tersedia di: http://www.who.int/hiv/data/en/ diakses pada 09 September 2018.




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v5i1.323

Refbacks

  • There are currently no refbacks.