ANALISIS KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN PUSKESMAS BERDASARKAN IMPLEMENTASI AKREDITASI

Merri Nurmala Sarri, Misnaniarti Misnaniarti

Abstract


ABSTRAK

Latar belakang: Akreditasi pada fasilitas primer sudah dilakukan di berbagai negara termasuk di Indonesia. Tenaga kesehatan merupakan pemberi layanan kesehatan yang terlibat langsung dalam proses akreditasi. Berkenaan dengan hal tersebut, tenaga kesehatan di Puskesmas belum merasakan dampak akreditasi Puskesmas terhadap kualitas pelayanan. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis persepsi tenaga kesehatan tentang hubungan akreditasi dengan kualitas pelayanan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional menggunakan data primer dengan sampel berjumlah 317 orang tenaga kesehatan di Puskesmas wilayah Kota Palembang, dilakukan pada bulan Februari s.d April 2020. Pemilihan responden berdasarkan simple random sampling.  Analisa data yg digunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji statistik Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara kepemimpian p-value < 0,001; perencanaan strategis p-value < 0,001; fokus sumber daya manusia p-value < 0,001; fokus pelanggan p-value < 0,001, proses manajemen p-value < 0,001; keterlibatan staff p-value < 0,001; manfaat akreditasi p-value < 0,001 dengan kualitas pelayanan. Sedangkan status akreditasi tidak berhubungan dengan kualitas pelayanan p-value 0,145. Saran: Puskesmas perlu menerapkan standar akreditasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Tenaga kesehatan perlu menjaga kualitas dengan melaksanakan pelayanan sesuai standar yang telah ditetapkan sebagai bentuk dari peningkatan kualitas berkelanjutan.

 

Kata Kunci: Akreditasi, Kualitas Pelayanan, Malcolm Baldrige


Full Text:

PDF

References


Avia, I. dan Hariyati, R. T. S. (2019) “Impact of hospital accreditation on quality of care: A literature review,” Enfermería Clínica, 29, 315–320. doi: 10.1016/j.enfcli.2019.06.003.

Balitbangkes (2020) Studi Evaluasi Pelaksanaan Akreditasi Masyarakat (Puskesmas) Tahun 2019.

Dinkes (2019) Data Akreditasi Puskesmas di Kota Palembang. Palembang: Dinas Kesehatan Kota Palembang.

Dinkesprov, S. (2019) Data Akreditasi Puskesmas Provinsi Sumatera Selatan. Palembang: Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.

El-Jardali, F., Hemadeh, R., Jaafar, M., Sagherian, L., El-skaff, R., Mdeihly, R. dan Ataya, N. (2014) “The impact of accreditation of primary healthcare centers: successes, challenges and policy implications as perceived by healthcare providers and directors in Lebanon.”

El-Jardali, F., Jamal, D., Dimassi, H., Ammar, W. dan Tchaghchaghian, V. (2008) “The impact of hospital accreditation on quality of care: perception of Lebanese nurses,” 20(5), 363–371.

Gaspersz, V. (2018) GE Way And Malcolm Baldrige Criteria For Performance Excellence. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Ghareeb, A., Said, H. dan Zoghbi, M. El. (2018) “Examining the impact of accreditation on a primary healthcare organization in Qatar,” 1–8.

Hanum, F. (2020) Konsep Penyelenggaraan Akreditasi Puskesmas. Indonesia.

Kemenkes (2015) Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter, dan Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi. doi: 10.1111/j.1461-9563.2008.00405.x.

Kemenkes RI (2014) Standar Akreditasi Puskesmas. Jakarta: Direktorat Bina Upaya Kesehatan Dasar Direktorat Jenderal Nina Upaya Kesehatan.

Mckean, E. L. (2018) “Leadership Driving Safety and Quality.” doi: 10.1016/j.otc.2018.08.002.

Mellat, M. dan Golmohammadi, D. (2019) “International Journal of Production Economics Quality management in healthcare organizations: Empirical evidence from the baldrige data,” Intern. Journal of Production Economics, 216(April), 133–144. doi: 10.1016/j.ijpe.2019.04.011.

Melo. (2016) “The Impact of Accreditation on Healthcare Quality Improvement: a Qualitative Case Study,” Journal Og Health, Organosation and Management, 30, 1242–1258.

Nasution, M. N. (2015) Manajemen Mutu Terpadu (Total Quality management). (R. Sikumbang, Ed.) (Ketiga). Bogor: Ghalia Indonesia.

Nouwens, E., Lieshout, J., Van dan Wensing, M. (2015) “Determinants of impact of a practice accreditation program in primary care: a qualitative study,” BMC Family Practice, 1–8. https://doi.org/10.1186/s12875-015-0294-x

Park, I., Jung, Y. dan Suk, S. (2017) “The perception of healthcare employees and the impact of healthcare accreditation on the quality of healthcare in Korea,” 6(6). https://doi.org/10.5430/jha.v6n6p20

Permendagri (2018) Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 79 Tahun 2018 Tentang Badan Layanan Umum Daerah, 1(i).

Permenpan (2017) Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatir Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Pedoman Penyusunan Survei Kepuasan Masyarakat Unit Penyelenggara Pelayanan Publik. Indonesia.

Pohan, I. (2019) Jaminan Mutu Layanan Kesehatan: Dasar-Dasar Pengertian dan Penerapan. (P. Widyastuti, Ed.). Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.

Rekawana, B. (2015) Pengaruh Proporsi Pegawai dan Kompensasi terhadap Kualitas Pelayanan Kesehatan di Puskesmas Omben Kecamatan Omben Kabupaten Sampang.

Rimawati, A. (2017) “Prosess Manajemen Perencanaan dan Penganggaran untuk Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik,” Jurnal Revitalisasi Jurnal Ilmu Manajemen, 6, 1–10.

Shasmitha, D. dan Yullyzar. (2016) “Kompetensi Sumber Daya Manusia dengan Kualitas Pelayanan Perawat,” 1–10.

Tabrizi, J. S. dan Gharibi, F. (2018) “Primary Healthcare Accreditation Standards: A Systematuc Review.”

Utami, Y. T. (2017) Pengaruh Karakteristik Pasien, Jenis Pembiayaan, Status Akreditasi Puskesmas terhadap Kualitas Pelayanan Rawat Jalan Puskesmas di Kota Surakarta. Universitas Negeri Sebelas Maret.




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v5i2.381

Refbacks

  • There are currently no refbacks.