ANALISIS KEJADIAN PENYAKIT JANTUNG KORONER DI POLIKLINIK JANTUNG

Alkhusari Alkhusari, Mutmainah Handayani, Muhamad Andika Sasmita Saputra, Muhammad Rhomadhon

Abstract


Latar belakang: Penyakit jantung koroner (PJK) diseluruh dunia merupakan kasus utama penyebab kematian. Faktor perilaku dan gaya hidup seperti kebiasaan merokok, penyakit hipertensi dan Hiperkolesterolemia serta pada orang yg mengalami stress yang tinggi, dapat mendorong terjadinya penumpukan lemak dan mempercepat kerja otot jantung serta berakibat terjadinya penyempitan dari arteri koroner. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara umur, jenis kelamin, pendidikan, kebiasaan merokok, obesitas, hipertensi dan hiperkolesterolemia dengan penyakit jantung koroner. Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross sectional.  Populasi penelitian ini adalah pasien yang berkunjung ke Poliklinik Jantung Rumah Sakit di Palembang dari bulan 5-28 Juni 2020 dengan jumlah 86 orang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan tehnik total sampling sehingga diperoleh sampel sebanyak 86 responden. Teknik analisis menggunakan analisis bivariat yaiitu analisis untuk menguji antara variabel dependen dan independen. Hasil: Hasil penelitian ini didapatkan ada hubungan kebiasaan merokok (p-value = 0,002), hipertensi (p-value = 0,002) dan hiperkolesterolemia (p-value = 0,001) dengan penyakit jantung koroner di Poliklinik Jantung Rumah Sakit di Kota Palembang tahun 2020. Saran: Memberikan penyuluhan kepada pasien jantung koroner tentang penyebab terjadinya atau kambuhnya penyakit jantung koroner baik tentang kebiasaan merokok, penyakit hipertensi dan hiperkolerstrolemia.

Kata Kunci: Jantung Koroner, Kebiasaan Merokok, Penyakit Hipertensi, Hiperkolesterolemia


Full Text:

PDF

References


Aritonang, I. I. et al. (2015) Aplikasi Statistika. Yogyakarta: Media Pressindo.

Braverman, E. R. dan Braverme, D. (2018) Penyakit Jantung dan Penyembuhannya Secara Alami. Jakarta: PT. Bhuana Ilmu Populer.

Budiarto, E. (2012) Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC.

Guptaa R, et al. Hypertention: the most important no communicable disease risk factor in India. Indian Heart J. 2018. http://doi.org/10.1016/j.shj.2018 02.003.

Gray, H.H., Dawkins, K.D., Morgan, J.M. dan Simpson, I.A. (2015) Kardiologi: Lecture. Notes edisi 4. Jakarta: Erlangga.

Hastono (2011) Modul Analisa Data. Jakarta: Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia.

Hipesley-Cox julia. Carol Coupland, Peter Brindle. Development and validation of QRSKI3 risk prediction algoritme to future risk of cardiovascular disease : propective cohort study .BMJ.2017 :357 J2099.

Iskandar, J. (2017) Panduan Praktis Pencegahan dan Pengobatan Stroke. Jakarta: PT. Buana Ilmu Populer .

Kisyono, S. (2017) Catatan Kebanggaan. Tersedia pada: http://sony-kisyono.blog.com/2007/03/tipe-perokok (Diakses: 7 Juni 2009).

Mardjana (2109) I love Jantung Sehat. Bantul: In Azna Books.

Maryono, D. (2018) Mitos dan Fakta Seputar Penyakit Jantung. Jakarta: PT. Buana Ilmu Populer.

Muntner P. et al. Potencial US population impact of the 2017.ACCIAHA begh blood preasure guidline. indian heart J. 2018. 151-160

Notoatmodjo, S. (2017) Ilmu Seni dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Riwidikdo, H. (2019) Statistik Penelitian untuk Kesehatan dengan Aplikasi Program R dan SPSS. Yogyakarta: Pustaka Rihama.

Soeharto, I. (2017) Pencegahan Penyakit Jantung Koroner dan Serangan Jantung Edisi Kedua. Jakarta: Salemba Medika.

Supariasa, I. N. (2011) Penilaian Status Gizi. Jakarta: ECG.

Tanuwidjojo, S. dan Rifqi, S. (2018) Atherosklerosis From Theory to Clinical Practice: Naskah Lengkap Cardiology. Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.

World Health Organization (2016) Deaths From Coronary Heart Disease. Tersedia pada: www.who.int/cardiovascular_diseases/cvd_14 _deathHD.pdf (Diakses: 5 juli 2020).




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v5i2.389

Refbacks

  • There are currently no refbacks.