FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA DIBAWAH 5 TAHUN

Septi Viantri Kurdaningsih, Diah Ayu Lestari

Abstract


Latar belakang: Stunting merupakan kondisi anak dimana terdapat gangguan pertumbuhan linear akibat kekurangan asupan yang bersifat kronik. Stunting dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu berupa panjang dan berat badan bayi baru lahir, riwayat penyakit infeksi, pemberian ASI Ekslusif pada bayi. Tujuan: Diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia di bawah 5 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang mempunyai anak usia 2 sampai 5 tahun yang berjumlah 63 responden, teknik pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Penelitian dilakukan pada Januari 2020 di Puskesmas OPI Palembang. Analisa data meliputi univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil: Berdasarkan uji statistik didapatkan  hubungan yang signifikan antara  variabel panjang badan  lahir (p=0,000), berat badan lahir (p=0,05), pemberian ASI (p=0,005) dan penyakit infeksi (p=0,001) dengan kejadian stunting pada anak usia di bawah 5 tahun. Saran: Pada petugas kesehatan di puskesmas agar dapat memberikan penyuluhan di berikan  secara terjadwal dan dalam  kelompok tentang pentingnya pencegahan stunting sejak dini, dan  dapat memberikan pelayanan yang lebih optimal pada bayi yang berisiko terjadinya stunting.

 

Kata Kunci: Stunting, Panjang Badan Lahir, Berat Badan Lahir, Pemberian Asi, Penyakit Infeksi


Full Text:

PDF

References


Akombi, B. J., Agho, K. E., Hall, J. J., Merom, D., Astell-Burt, T., dan Renzaho, A. M. (2017) “Stunting and Severe Stunting Among Children Under-5 Years in Nigeria: A Multilevel Analysis,” BMC pediatrics, 17(1), hal. 15.

Berhe, K., Seid, O., Gebremariam, Y., Berhe, A., dan Etsay, N. (2019) “Risk Factors of Stunting (Chronic Undernutrition) of Children Aged 6 to 24 Months in Mekelle City, Tigray Region, North Ethiopia: An Unmatched Case-control Study,” Plos one, 14(6).

Budiastutik, I., & Rahfiludin, M. Z. (2019). Faktor Risiko Stunting pada anak di Negara Berkembang. Amerta Nutrition, 3(3), 122-129.

Damayanti, R. A., Muniroh, L., dan Farapti, F. (2016) “Perbedaan Tingkat Kecukupan Zat Gizi dan Riwayat Pemberian ASI Eksklusif pada Balita Stunting dan Non Stunting,” Media Gizi Indonesia, 11(1), hal. 61-69.

Dhaded, S. M., Hambidge, K. M., Ali, S. A., Somannavar, M., Saleem, S., Pasha, O., ... dan Westcott, J. E. (2020). “Preconception nutrition intervention improved birth length and reduced stunting and wasting in newborns in South Asia: The Women First Randomized Controlled Trial,” Plos one, 15(1).

Dinkes Kota Palembang (2019) Data RM Kejadian Stunting Di Seluruh Puskesmas Di Sumatra Selatan. Palembang. Palembang: Dinkes Kota Palembang.

Fauziah, N. A., Mariana, D. dan Saputra, M. A. S. (2020) “Hubungan Pendapatan Pengasuh Dengan Kualitas Interaksi Pengasuh dan Anak Stunting Usia 6-23 Bulan,” Jurnal ‘Aisyiyah Medika, 5(1), hal. 43–53. doi: 10.36729/jam.v5i1.309.

Kementrian PPN/Bappenas (2018) Pedoman Pelaksanaan Intervensi Penurunan Stunting Terintegrasi Dikabupaten /Kota. Rembuk Stunting: Jakarta.

Kusumawardhani, I., Gunawan, I. M. A., dan Aritonang, I. (2017) Asi Ekslusif Panjang Badan Lahir, Berat Badan Lahir Rendah Sebgai Faktor Risiko Terjadinya Stunting Pada Anak Usia 6-24 Bulan Di Puskesmas Lendah Li Kulon Progo. Yokyakarta: Poltekes Kemenkes.

Nurkomala, S. (2017) Praktik Pemberian MPASI (Makanan Pendamping Air Susu Ibu) Pada Anak Stunting Dan Tidak Stuting Usia 6-24 Bulan. Semarang: Universitas Diponogoro.

Nurilah, A. et al. (2016) “Panjang Bdan Lahir Pendek Sebagai Salah Satu Faktor Determain Keterlambatan Tumbuh Kembang Anak Umur 6-23 Bulan Di Kelurahan Jati Cempaka, Kecamatan Pondok Gede, Bekasi,” Jurnal Ekonomi Kesehatan.

Permatasari, D. F. dan Sumarmi, S. (2018) “Differences of Born Body Length, History of Infectious Diseases, and Development between Stunting and Non-Stunting Toddlers,” Jurnal Berkala Epidemiologi, 6(2), hal. 182. doi: 10.20473/jbe.v6i22018.182-191 .

Riskesdas (2018) Hasil Utama Riskesdas 2018. Jakarta: Kementerian Kesehatan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Supriyanto, Y., Paramashanti, B. A., dan Astiti, D. (2018) “Berat badan lahir rendah berhubungan dengan kejadian stunting pada anak usia 6-23 bulan,” Jurnal Gizi dan Dietetik Indonesia (Indonesian Journal of Nutrition and Dietetics), 5(1), hal. 23-30.

Swathma, D., Lestari, H., dan Ardiansyah, R. T. (2017) “Analisis Faktor Risiko BBLR, Panjang Badan Bayi Saat Lahir dan Riwayat Imunisasi Dasar terhadap Kejadian Stunting pada Balita Usia 12-36 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Kandai Kota kendari Tahun 2016,” Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat, 1(3).

Wahyuni, I. (2020) “Analisis Faktor Masalah Pertumbuhan: Status Gizi, Stunting Pada Anak Usia< 5 Tahun Di Wilayah Kerja Puskesmas Sidomulyo Kota Pekanbaru,” Jurnal Kebidanan Mutiara Mahakam, 8(1), hal. 51-70.

Wells, J. C., Devakumar, D., Manandhar, D. S., Saville, N., Chaube, S. S., Costello, A., dan Osrin, D. (2019). “Associations of stunting at 2 years with body composition and blood pressure at 8 years of age: longitudinal cohort analysis from lowland Nepal,” European journal of clinical nutrition, 73(2), hal. 302-310.

World Health Organization (2020) UNICEF/WHO/The World Bank Group joint child malnutrition estimates: levels and trends in child malnutrition: key findings of the 2020.

Yuniarti, T. S., Margawati, A., dan Nuryanto, N. (2019). “Faktor Risiko Kejadian Stunting Anak Usia 1-2 Tahun Di Daerah Rob Kota Pekalongan,” Jurnal Riset Gizi, 7(2), hal. 83-90.




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v5i2.398

Refbacks

  • There are currently no refbacks.