ANALISIS KEPADATAN LARVA AEDES SPP DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE

Romadhoni Romadhoni, Achmad Fickry Faisya, Yuanita Windusari

Abstract


Latar belakang: Aedes merupakan genus nyamuk yang berasal dari daerah tropis dan subtropis, Aedes berperan menularkan demam berdarah dengue. Aedes Aegypti merupakan vektor utama penyebab DBD. Adanya kejadian DBD bisa disebabkan karena kepadatan larva Aedes spp yang terdapat di wilayah tersebut. Tujuan: Penelitian ini adalah mengetahui hubungan kepadatan larva Aedes spp dengan kejadian DBD di Kecamatan Sukarami Kota Palembang. Metode: Penelitian ini merupakan observasi analitik dengan pendekatan kasus kontrol. Penelitian ini dilakukan dengan jumlah sampel sebanyak 168 orang. Sampel diambil dengan metode Total Sampling untuk kelompok kasus dan multistage random sampling untuk kelompok kontrol. Data disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan dianalisis statistik dengan uji chi-square dengan derajat kepercayaan 95%. Hasil: Dari 168 subyek penelitian, kelompok kasus yang memiliki kepadatan larva tinggi 23 rumah (41,1%) dan kepadatan larva rendah 33 rumah (58,9%), sedangkan kelompok kontrol yang memiliki kepadatan larva Tinggi 64 rumah (57,1%) dan kepadatan larva rendah 48 rumah (42,9%). Uji chi square menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna p=0,113(>p=0,05) antara kepadatan larva Aedes spp dengan kejadian DBD di  Kecamatan Sukarami Kota Palembang. Saran: Bagi masyarakat, perlu meminimalisir tempat penampungan Air didalam rumah karena nyamuk Aedes Aegypti lebih cenderung berkembang biak didalam rumah, Perlunya meningkatkan kegiatan sanitasi lingkungan khususnya ditujukan pada pemutusan rantai perkembangbiakan larva dan nyamuk Aedes Aegypti, misalnya dengan penggunaan abate, kegiatan 3M (menguras dan menutup tempat penampungan air serta mengubur kaleng bekas) serta pemeliharaan ikan tempalo.

Kata Kunci: Kepadatan Larva Aedes SPP, Kejadian DBD


Full Text:

PDF

References


Achmadi, U. F. (2010) “Manajemen Demam Berdarah Berbasis wilayah,” Buletin Jendela Epidemiologi.

Barbosa, G. L. et al. (2014) “Spatial Distribution of the Risk of Dengue and the Entomological Indicators in Sumaré, State of São Paulo, Brazil,” PLoS Neglected Tropical Diseases. doi: 10.1371/journal.pntd.0002873.

Budiyanto, A. (2012) “Perbedaan warna kontainer berkaitan dengan keberadaan jentik Aedes aegypti di Sekolah Dasar,” Jurnal Biotek Medisiana Indonesia.

Dinkes Kota Palembang (2018) Kasus DBD. Palembang.

Gubler, D. J. (2014) “Epidemic Dengue and Dengue Hemorrhagic Fever: a Global Public Health Problem in the 21st Century,” Emerging Infections, 1. doi: 10.1128/9781555816940.ch1.

Kemenkes RI (2010) “Buletin Jendela Epidemiologi Dengue Hemorrhagic Fever (Demam Berdarah Dengue),” Epidemiology Bulletin. doi: http://dx.doi.org/ISSN%202442-7659.

Kementerian Kesehatan RI (2010) “Demam Berdarah Dengue,” Buletin Jendela Epidemiologi.

Kesetyaningsih, T. W., Alislam, H. M. dan Eka, F. (2012) “Kepadatan Larva Aedes Aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Desa dan Kota, Hubungannya dengan Pengetahuan dan Perilaku Masyarakat,” Mutiara Medika.

Morrison, A. et al. (2002) “Evaluation of a sampling methodology for the Rapid Assessment of Aedes aegypti infestation levels in Iquitos, Perú’,” Rev. peru. epidemiol.

Nisa, K. (2018) “Survey Kepadatan Larva Aedes Sp dan Karakteristik Tempat Penampungan Air Di Gampong Rukoh Kecamatan Syiah Kuala Kota Banda Aceh,” Prosiding Seminar Nasional Biotik 2018.

Parida, S., Dharma, S. dan Hasan, W. (2013) “Hubungan Keberadaan Jentik Aedes aegypti Dan Pelaksanaan 3M Plus Dengan Kejadian Penyakit DBD di Lingkungan XVIII Kelurahan Binjai Kota Medan Tahun 2012,” Jurnal Lingkungan dan Kesehatan Kerja.

Ridha, M. et al. (2013) “Hubungan Kondisi Lingkungan dan Kontainer dengan Keberadaan Jentik Nyamuk Aedes Aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue di Kota Banjarbaru,” Jurnal Buski.

Sanchez, L. et al. (2006) “Aedes aegypti larval indices and risk for dengue epidemics,” Emerging Infectious. doi: 10.3201/eid1205.050866.

Santoso, L., Martini, M. dan Lomi, A. (2015) “Hubungan Kepadatan Vektor dengan Kejadian DBD di Kelurahan Bandarharjo Kota Semarang,” Jurnal Kesehatan Masyarakat Universitas Diponegoro.

Saraswati, L. D. dan Martini (2012) “Hubungan Kepadatan Jentik Dengan Penyakit Dbd Di Kelurahan Sendangmulyo Kota Semarang Melalui Pendekatan Analisis Spasial,” Jurnal Kesmasindo.

Sari, I. P., Adrial, A. dan Nofita, E. (2017) “Hubungan Kepadatan Larva Aedes spp dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue di Kelurahan Lubuk Buaya Kecamatan Koto Tangah Kota Padang,” Jurnal Kesehatan Andalas. doi: 10.25077/jka.v6i1.642.

Sukowati, S. (2010) “Masalah Vektor Demam Berdarah Dengue (DBD) dan Pengendaliannya di Indonesia,” Buletin Jendela Epidemiologi.

Sunaryo, S. dan Pramestuti, N. (2014) “Surveilans Aedes aegypti di Daerah Endemis Demam Berdarah Dengue,” Kesmas: National Public Health Journal. doi: 10.21109/kesmas.v8i8.415.

Supartha, I. W. (2008) “Pengendalian Terpadu Vektor Virus Demam Berdarah Dengue, Aedes aegypti (Linn.) dan Aedes albopictus (Skuse)(Diptera : Culicidae),” Makalah disampaikan dalam Seminar DiesUnud 2008. doi: 10.1016/S0021-9150(01)00750-X.

Sutanto, I. et al. (2015) Vektor Penyakit Virus, Riketsia, Spiroketa dan Bakteri. Buku Ajar Parasitologi Kedokteran Edisi Keempat.

Thongrungkiat, S. et al. (2003) “Comparative susceptibility to oral infection with dengue viruses among local strains of Aedes aegypti (Diptera: Culicidae) collected at different seasons of the year,” Journal of vector ecology: journal of the Society for Vector Ecology.

Whiteford, H. A. et al. (2015) “The global burden of mental, neurological and substance use disorders: An analysis from the global burden of disease study 2010,” PLoS ONE. doi: 10.1371/journal.pone.0116820.

Wongkoon, S. et al. (2007) “Larval Occurrence and Climatic Factors Affecting DHF Incidence in Samui Islands, Thailand,” Proceedings of World Academy of Science, Engineering and Technology, 19.

Yulianto, B. dan . F. (2013) “Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Puskesmas Selatpanjang Kabupaten Kepulauan Meranti,” Jurnal Kesehatan Komunitas. doi: 10.25311/jkk.vol2.iss3.56.




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v5i2.399

Refbacks

  • There are currently no refbacks.