FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 3-5 TAHUN PADA PAUD TAHUN 2020

Wita Solama, Meita Hipson

Abstract


Latar Belakang: Sekitar 16% dari anak usia di bawah lima tahun (balita) Indonesia mengalami gangguan perkembangan saraf dan otak mulai ringan sampai berat, setiap dua dari 1.000 bayi mengalami gangguan perkembangan motorik serta satu dari 100 anak mempunyai kecerdasan kurang dan keterlambatan bicara. Tujuan: Untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan tumbuh balita usia 3-5 tahun di PAUD Lingkungan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Palembang Ilir Timur I Tahun 2020. Metode: Menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pedekatan cross sectional. Jumlah sampel yaitu Orang tua (Ayah/Ibu) atau Walisiswa sebanyak 85 respoden dan siswa PAUD Lingkungan PD Aisyiyah Kota Palembang (anaknya usia 3-5 tahun) sebanyak 85 responden. Pengambilan sampel pada penelitian ini dilakukan dengan cara simple random sampling. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji chi square. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari–November 2020. Hasil: Diketahui distribusi frekuensi responden tumbuh kembang normal  54 responden (63,5%), status gizi normal 55 responden (64,7%),pengetahuan baik 58 responden (68,2%), pendidikan tinggi 53 responden (62,4%), status ekonomi tinggi 52 responden (61,2%). Ada hubungan status gizi (p value = 0,036), pengetahuan p value = 0,035), pendidikan (p value = 0,016), status ekonomi (p value = 0,003) dengan tumbuh kembang anak balita usia 3-5 tahun di PAUD Lingkungan Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Palembang. Saran: Diharapkan menjadi masukandalam meningkatkan tumbuh kembang yang optimal dan normal sesuai dengan usia anak balita.

 

Kata Kunci      : Deteksi Dini, Tumbuh Kembang


Full Text:

PDF

References


Adriana, Dian. (2011). Tumbuh Kembang dan Terapi Bermain Anak. Jakarta: Salemba Medika

Ambarwati, dkk. (2013). Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Tumbuh Kembang dengan Perkembangan Anak Usia 12-36 Bulan. Jurnal Akbid Yogyakarta

Beckley.P. (2012). Learning in Early Childhood. Jakarta: Indeks

Departemen Kesehatan RI. (2010). Buku Pedoman Stimulasi, Deteksi, dan Imtervensi Dini Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Dinas Kesehatan Kota Palembang. 2016. Profil Kesehatan Kota Palembang. Dinkes: Palembang

Fadllilah, M, Lilif Mualifatu. (2013). Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. (Jogjakarta: Ar- Ruzz,), hlm. 46

Herlina. (2011). Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Pengetahuan Ibu tentang Perkembangan Motorik Kasar Anak Prasekolah (Usia 4-6 Tahun). Jurnal STIKES Dian Husada Mojokerto

Lestari, dkk. (2016). Faktor Postnatal yang Berhubungan dengan Perkembangan Anak Balita di Wilayah Lampung Utara. Jurnal Keperawatan, Volume XII, No. 2, Oktober 2016. ISSN 1907 – 0357. Jurusan Kebidanan Poltekkes Tanjungkarang.

Markham, L. (2019). Learn What Your Preschooler Needs to Thrive. (https://www.ahaparenting. com/Ages-stages/preschoolers/wonder-years) diakses 25 September 2019

Maryunani, Anik. (2010). Ilmu Kesehatan Anak dalam Kebidanan. Jakarta: CV Trans Info Media

Notoatmodjo, S. (2003). Pendidikan & Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo, Soekidjo. (2009). Metodologi Penelitian. Jakarta: Salemba Medika

PD Aisyiyah. (2020). Profil PAUD Pimpinan Daerah Aisyiyah Kota Palembang

Prastiwi, M.H. (2019). Overview of Growth and Development in Children Age 3-6 Years. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada: Vol 10, No, 2, Desember 2019, pp;242-249

Rivanica, R & Oxyandi Miming. (2016). Buku Ajar Deteksi Dini Tumbuh Kembang dan Pemeriksaan Bayi Baru Lahir. Jakarta: Salemba Medika

Rivanica, R. (2019). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Tumbuh Kembang Anak Prasekolah. Jurnal Aisyiyah Medica (JAM) Volume 3, Nomor 2, Februari 2019. STIKes Aisyiyah Palembang.

Soetjaningsih. (2013). Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya. Jakarta: Agung

Soetjiningsih, IG. N. Gde Ranuh. (2014). Tumbuh Kembang Anak. Edisi 2. Jakarta: EGC

Sugeng, H.M. (2019). Gambaran Tumbuh Kembang Anak pada Periode Emas Usia 0-24 Bulan di Posyandu Wilayah Kecamatan Jatinangor. Jurnal Sistem Kesehatan, 4(2), 96-101.

Sumiyanto, A. (2018). Sistem Pengkaderan Muhammadiyah. (https://pwmu.co/22929/01/14/muhammadiyah-dan-proses-perkaderan-antara-regulasi-dan-diskresi/) diakses tanggal 02 Juni 2020, Pkl, 15.00 WIB.

Taylor, C., Lillis, C., LeMone, P., & Lynn, P. A. (2011). Fundamentals of Nursing: The Art and Science of Nursing Care. Lippincott Philadelphia

Ward, S., Hisley, S. (2015). Maternal-Child Nursing Care Optimizing Outcomes for Mothers, Children, & Families. FA Davis.

Wulan N. I, Teni N. L. (2015). Status Gizi Anak dengan Pertumbuhan dan Perkembangan Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Tomo Kabupaten Sumedang Tahun 2013. IJEMC, Volume 2 No.1, Juni 2015.

Zablotsky, B. Black, I.L. Blumberg, J.S. (2017). Estimated Prevalence of Children WithDiagnosed Developmental Disabilities in the United States, 2014–2016. Centers for Disease Control and Prevention: United States.

Zulaikha. S. (2010). Hubungan Status Gizi dengan Perkembangan Anak Usia 2 sampai 3 Tahun di Wilayah Kerja Puskeskesmas Gambirsari Kota Surakarta. Jurnal. Univ. Sebelas maret Surakarta




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v6i1.525

Refbacks

  • There are currently no refbacks.