PENGARUH SUHU DAN WAKTU EKSTRAKSI DAUN PURUN TIKUS (Eleocharisdulcis) DENGAN MENGGUNAKAN METODE Ultrasonic assisted-Extraction PADA AKTIVITAS ANTIJAMUR

Mayang Tari, Yudi Arina

Abstract


Latar Belakang: Iklim tropis dengan kelembapan udara yang tinggi menjadikan Indonesia menjadi tempat yang mendukung untuk pertumbuhan jamur. Jamur Candida albicans dikenal sebagai penyebab penyakit akibat pola hidup yang tidak bersih, salah satu penyakit yang ditimbulkan adalah kadidiasis. Berdasarkan laporan penelitian sebelumnya, dengan kandungan total flavonoid sebesar 86,17 mg/g. Purun tikus memiliki aktivitas antioksidan, dan aktivitas  antibakteri. Tujuan: Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui aktivitas anti jamur, dan mengetahui perbandingan rendemen  purun tikus  berdasarkan suhu dan waktu ekstraki. Metode:  penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Hasil:  Dilihat dari hasil uji statistik Mann-whitney pada tabel 4.3, pada perlakuan  35 menit dengan perlakuan 50 menit memiliki nilai signifikan 0,513 pada p ≤ 0,05, yang berarti tidak memiliki perbedaan yang nyata antara perlakuan lama waktu 35 menit dengan 50 menit. Hal yang sama terjadi pada perlakuan 50 menit dengan 65 menit, hasil uji statistik menunjukkan nilai signifikan 0,513 pada p ≤ 0,05 yang juga berarti antara perlakuan 50 menit dengan 65 menit tidak memiliki perbedaan yang nyata. Perbedaan yang nyata terlihat pada perlakuan 35 menit dan 65 menit dengan nilai signifikan 0,05 pada p ≤ 0,05. Metode kontrol dengan maserasi diketahui persen ekstrak yang diperoleh yaitu sebesar 9,65%. Untuk aktivitas antijamur, ekstrak purun tikus tidak memiliki aktivitas jamur dikarenakan faktor permukaan tubuh jamur itu sendiri, pemanasan saat ekstraksi. Kesimpulan:  ekstraksi dengan metode UAE dapat meningkatkan rendemen ekstrak dan ekstrak purun tikus tidak memiliki aktivitas antijamur.

 

Kata Kunci: UAE, Ultrasonic assisted-extraction, Eleocharisdulcis, Candida albicans

Full Text:

PDF

References


Adhi, R.K. (2018). Purun Tikus, Gulma yang Bermanfaat Purun Tikus, Gulma yang Bermanfaat. Balai Besar Pelatihan Pertanian Binuang.

Ardianti, A., Kusnadi, J. (2014). Ekstraksi Antibakteri dari Daun Berenuk (CrescentiacujeteLinn.) Menggunakan Metode Ultrasonik. 2:28-35.

Asikin, S., Thamrin, M. (2012). Manfaat PurunTikus (Eleocharis Dulcis) pada Ekosistem Sawah Rawa. 31: 35-42.

Baehaki, A. (ed). (2017). Kadar Air, Rendemen dan Kandungan Fitokimia Ekstrak Tumbuhan Rawa Purun Tikus (EleocharisDulcis). ISBN : 978-979-587-748-6.

Cheok, C.Y., Chin, N.L. Yusof, Y.A. Talib, R.A. Law, C.L. (2014). Optimization of Total Monomeric Anthocyanin (TMA) and Total Phenolic Content (TPC) Extractions From Mangosteen (GarciniaMangostana Linn.) Hull Using Ultrasonic Treatments. 50: 1–7.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2008) Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Dismukes, W.E., Papas, P.G. Sobel, M.J.D. (2003). Clinical Mycology. New York: Oxford University Press

Ditjen POM. (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Cetakan Pertama. Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan, Direktorat Pengawasan Obat Tradisional, Depkes RI.

Dumilah, S. S. (1992). Candida dan Kandidiasis pada Manusia. Jakarta: FKUI

Fuadi, A. (2012). Ultrasonik sebagai Alat Bantu Ekstraksi Oleoresin Jahe. 12 :14-21.

Guilfoyle, D., (ed). (2014). Pharmaceutical Microbiology Manual. FDA, U.S.

Handayani,H., Sriherfyna, F.H, Yunianta. (2016). Ekstraksi Antioksidan Daun Sirsak Metode Ultrasonic Bath (Kajian Rasio Bahan: Pelarut dan Lama Ekstraksi). 4 : 262-272.

Höfken, T. (2013). Candida And Candidiasis. Chapter 5, Centre For Infection, Immunity And Disease Mechanisms, Division Of Biosciences, Brunel University London.

Indrayati, L. (2011). Purun Tikus Berpotensi Perbaiki Kualitas Air di Rawa Pasang Surut. Badan Litbang Pertanian. Edisi 6-12 April 2011, No.3400.

Indriani, O., Arina, Y. Nugraha, G. Alta, U. Pratiwi, G. Tari, M. Putri, W.D. Rachmah, A.R. Nurhasanah, D. (2019). Buku Penuntun Penulisan Skripsi, Program Studi SI-Farmasi, Palembang: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ‘Aisyiyah

Kumar, S. (2012). Textbook Of Microbiology. First Edition. Jaypee Brothers Medical Publishers (P) Ltd, New Delhi, 110002, India

Kurniawati. A., Mashartini. A, Fauzia, I.S. (2016). Perbedaan Khasiat Antijamur antara Ekstrak Etanol Daun Kersen (Muntingia calabura L.) dengan Nistatin terhadap Pertumbuhan Candida albicans. 65 : 74-77.

Kusrini, D., Anam, K. Cahyono, B. (2006). Potensi Antimikosis Beberapa Tumbuhan Obat Indonesia. 9: 69-73.

Lestari, E.P. (2010). Peran Faktor Virulensi pada Patogenesis Infeksi Candida Albicans. 7: 113-17.

Mason, T.J., Cintas, p. (ed). (2002). Chapter 16: Sonochemistry, Handbook of Green Chemistry and Technology, Blackwell Science Ltd.

Maulana, A. (2016). Analisis Parameter Mutu Dan Kadar Flavonoid pada Produk Teh Hitam Celup. 1-10.

Mayasari, U., Laoli, M.T. (2018). Karakterisasi Simplisia dan Skrining Fitokimia Daun Jeruk Lemon (Citrus Limon (L.) Burm.F.). 1: 7-13

Mubarak, Z., Gani, B.A. Mutia. (2011). Daya Hambat Kunyit (Curcuma Longa Linn) Terhadap Pertumbuhan Candida Albicans Inhibition Of Turmeric (Curcuma Longa Linn) On The Growth Of Candida Albicans, 1:1-7

Mukhriani. (2014). Ekstraksi, Pemisahan Senyawa, dan Identifikasi Senyawa Aktif. 7:361-367.

Mulyadi, M., Wuryanti. Sarjono, P.R. (2017). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Kadar Sampel Alang-Alang (Imperata cylindrica) dalam Etanol Melalui Metode Difusi Cakram, 3: 130–135.

Mutiawati, V.K. (2016). Pemeriksaan Mikrobiologi pada Candida Albicans,16: 53-63.

Norma, N. (2011). Pengaruh Pemberian Metanol dan Etanol terhadap Tingkat Kerusakan Sel Hepar Tikus Wistar.

Ostertagová, E., Ostertag, O. (2013). Methodology and Application of One-Way ANOVA. 1 : 256-261.

Padoli. (2016). Mikrobioogi dan Parasitologi Keperawatan. Edisi Pertama. Modul Ajar Cetak Keperawatan.

Pangalinan, F.R., Kojong, N. Yamlean, Paulina V.Y. (2018). Ekstrak Umbi Rumput Teki (CyperusRotundus) sebagai Antibakteri terhadap Staphylococcus Epidermidis dan Propioni Bacterium Acnes. 9: 165-175.

Rosyidah, K., Rohman, T. Fitriani, R. (2018). Aktivitas Antioksidan Ekstrak Metanol Daun Purun Tikus (Eleocharisdulcis). 3: 135-140.

Sa’adah, H., Nurhasnawati, H. Permatasari, V. (2017). Pengaruh Metode Ekstraksi Terhadap Kadar Flavonoid Ekstrak Etanol Umbi Bawang Dayak (Eleutherine Palmifolia (L.) Merr) dengan Metode Spektrofotometri. 1: 1-9.

Salim, Z., Munadi, E. (2017). Info Komoditi Tanaman Obat. Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia.

Sangi, M.S., Momuat, L.I. Kumaunang, M. (2012). Uji Toksisitas dan Skrining Fitokimia Tepung Gabah Pelepah Aren (Arengapinnata), 12: 127-134.

Santi, R.A. Sunarti, T.C. Santoso D. Triwisari, D.A. (2012). Komposisi Kimia dan Profil Polisakarida Rumput Laut Hijau. 3: 105-114.

Sasongko, A. Dkk. (2018). Aplikasi Metode Non Konvensional pada Ekstraksi Bawang Dayak. 6: 8-13.

Sayuti, M. (2017). Pengaruh Perbedaan Metode Ekstraksi, Bagian dan Jenis Pelarut terhadap Rendemen dan Aktifitas Antioksidan Bambu Laut (Isis Hippuris). 1: 166-174.

Saxena, M., Saxena, J. Rajeev Nema, R. Singh, D. Abhishek Gupta, A. (2013). Phytochemistry of Medicinal Plants. 1: 168-186.

Seidel, V. (Ed). (2006). Initial And Bulk Extraction, Methods In Biotechnology. Vol. 20, Natural Products Isolation, 2nd ed, Gray_Humana Press Inc., Totowa, NJ.




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v6i1.537

Refbacks

  • There are currently no refbacks.