ANALISIS DETERMINAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA (USIA 24-59 BULAN)

Asmirin Asmirin, Hamzah Hasyim, Novrikasari Novrikasari, Fickry Faisya

Abstract


Latar belakang : Stunting merupakan gangguan pertumbuhan tinggi badan atau panjang badan seorang anak dimana pertumbuhan tinggi badan tersebut tidak sesuai seiring dengan bertambahnya usia. Stunting ini merupakan keadaan tidak normal tubuh yang disebabkan oleh lebih dari satu faktor (multifaktor),. Tujuan : Menganalisis pengaruh akses air bersih, akses jamban, Perilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS), riwayat ASI-ekslusif dan MP-ASI terhadap pertumbuhan dan perkembangan balita usia 24-59 bulan. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April 2020.  Responden adalah anak Balita (usia 24-59 bulan) yang berjumlah 118 orang yang yang tinggal di Ogan Ilir. Pemilihan responden diambil dengan teknik pengambilan simple random sampling. Analisis  data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi square. Hasil : Diketahui distribusi frekuensi Balita stunting (45,8%) dan Balita normal (54,2%). Ada hubungan yang signifikan antara akses air bersih (p value = 0,002), akses jamban (p value = 0,005), perilaku CTPS (p value = 0,041) terhadap kejadian stunting pada Balita. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara ASI ekslusif (p value = 0,834), MP-ASI (p value = 0,238) terhadap kejadian stunting pada Balita. Saran : Perlu ditingkatkan penyuluhan tentang perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan Pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat hendaknya terus memperluas jaringan distribusi air bersih agar semakin banyak warga masyarakat yang dapat mengakses air bersih yang memenuhi syarat.

                                                                                                                                                                                                                                  

Kata kunci :Determinan, Stunting, Balita( 24-59 Bulan)


Full Text:

PDF

References


Abate, K. H. & Belachew, T. Chronic Malnutrition Among Under Five Children of Ethiopia May Not Be Economic. A Systematic Review and Meta-Analysis. Ethiophia Journal Health Science. 29, 265 (2019).

Angkat, A. H. (2018). Penyakit Infeksi dan Praktek Pemberian MP-ASI Terhadap Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Simpang Kiri Kota Subulussalam. Jurnal Dunia Gizi, 1(1), 52- 58.

Ariyanti SF. 2015. Analisis faktor risiko kejadian stunting pada anak balita di wilayah kerja puskesmas muara tiga kabupaten pidie. Tesis. Medan : Universitas Sumatera Utara.

Bagcchi, S. (2015). India ’ s poor sanitation and hygiene practices are linked to stunting in children , study finds. 1564(March), 5180. https://doi.org/10.1136/bmj.h1564

Brown, J., Cairncross, S., & Ensink, J. H. J. (2013). Water, Sanitation, Hygiene And Enteric Infections In Children. Archives of Disease in Childhood, 98(8), 629–634. https://doi.org/10.1136/archdischild-2011-301528

Fink, G., Günther, I., & Hill, K. (2011). The effect of water and sanitation on child health: evidence from the demographic and health surveys 1986-2007. International journal of epidemiology, 40(5), 1196-1204.

Gera, T., Shah, D. & Sachdev, H. S. Impact Of Water, Sanitation And Hygiene Interventions On Growth, Non-Diarrheal Morbidity And Mortality In Children Residing In Low-And Middle-Income Countries: A Systematic Review. Indian Pediatrics. 55, 381–393, (2018).

Hafid, F., & Djabu, U. (2018). Efek Program SBABS Terhadap Pencegahan Stunting Anak Baduta di Kabupaten Banggai dan Sigi. Indonesian Journal of Human Nutrition, 4(2), 79-87.

Hasan, A., & Kadarusman, H. (2019). Akses ke Sarana Sanitasi Dasar sebagai Faktor Risiko Kejadian Stunting pada Balita Usia 6-59 Bulan. Jurnal Kesehatan Volume 10, Nomor 3 http://ejurnal.poltekkes-tjk.ac.id/index.php/JK

Kemenkes RI. 2010. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia tentang Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan. 2010. Laporan Hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia Tahun 2010. Jakarta : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI (2013) Riset Kesehatan Dasar 2013. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan.

Kemenkes RI. 2015. Kesehatan dalam kerangka Sustainable Development Golas (SDGs).

Kemenkes RI (2018). Hasil Utama RISKESDAS 2018, Kemenkes RI: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Kwami, C. S., et. al. Water, Sanitation, and Hygiene: Linkages with Stunting in Rural Ethiopia. International Journal Of Environmental Research And Public Health, 16, 3793, (2019)

Lin, A., Arnold, B. F., Afreen, S., Goto, R., Huda, T. M. N., Haque, R.,. & Luby, S. P. (2013). Household environmental conditions are associated with enteropathy and impaired growth in rural Bangladesh. The American journal of tropical medicine and hygiene, 89(1), 130-137.

Lubis, F. S. M. Associations between Exclusive Breastfeeding, Diarrhea, and Risk of Stunting among Children with Low Birthweight 2nd International Conference on Public Health, (2017).

Nasikhah, R., & Margawati, A. (2012). Faktor risiko kejadian stunting pada balita usia 24–36 bulan di Kecamatan Semarang Timur. [Skripsi]. Semarang: Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro.

Nasrul, N., Hafid, F., Thaha, A. & Suriah, S. Faktor Risiko Stunting Usia 6-23 Bulan Di Kecamatan Bontoramba Kabupaten Jeneponto. Jurnal Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, (2015).

Nojomi, M., A. Tehrani, dan S. N. Abadi. 2004. “Risk Analysis of Growth Failure in Under-5-Year Children”. Arch Iranian Med, 7 (3): 195-200.

Owino, V., Ahmed, T., Freemark, M., & Kelly, P. (2016). Environmental Enteric Dysfunction and Growth Failure / Stunting in Global Child Health. Pediatrics 138(6):e2016064. https://doi.org/10.1542/peds.2016-0641

Prendergast, A. J & Humphrey, J. H. (2014). The stunting syndrome in developing countries. Pediatrics and international child health, 34(4), 250-265

Puskesmas x. 2020. Profil Puskesmas x Tahun 2020.Pemulutan : Puskesmas Pemulutan.

Puspawati, Catur. (2019). Kesehatan Lingkungan Teori dan Aplikasi. Jakarta. Penerbit Buku Kedokteran EGC

Rah, J. H., Cronin, A. A., Badgaiyan, B., Aguayo, V. M., Coates, S., & Ahmed, S. (2015). Household sanitation and personal hygiene practices are associated with child stunting in rural India: a cross-sectional analysis of surveys. BMJ Open, 5(2), e005180.

Sujendran, S., Senarath, U. & Joseph, J. Prevalence Of Stunting Among Children Aged 6 To 36 Months, In The Eastern Province Of Sri Lanka. Journal Nutrition Disorder 5, (2015).

Susanty M, Kartika M, Hadju V, Alharini S. Hubungan pola pemberian ASI dan MP-ASI dengan gizi buruk pada anak 6- 24 bulan di Kelurahan Pannampu Makassar. Media Gizi Masy Indones. 2012;1(2):97–103.




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v6i2.646

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

  

 

real time web analytics View My Stats