FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PENGGUNAAN KB SUNTIK

Sri Handayani, Ida Rianti

Abstract


Latar belakang: Keluarga berencana merupakan suatu usaha yang mengatur banyaknya kehamilan, kontrasepsi hormonal jenis suntikan di Indonesia semakin banyak dipakai karena kerjanya yang efektif, pemakaian yang praktis. Namun, alat kontrasepsi suntikan memiliki berberapa efek samping. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor–faktor yang berhubungan dengan penggunaan KB suntik. Metode: Metode desain penelitian ini survei analitik dengan pendekatan retrospektif, Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu akseptor KB di Bidan Praktik Mandiri Shinta dari survei  analitik di dapat data ibu Sebanyak 206 Responden yang menjadi Akseptor KB Data yang digunakan adalah data Skunder , Sampel dalam penelitian ini sebanyak 179 responden dengan simple randem Sampling. Analisis data penelitian ini Menggunakan Analisis Univariat dan Bivariat Analisa data menggunakan uji statistik chi-square. Hasil: Hasil penelitian di dapatkan hasil uji statistik chi-square didapatkan nilai p value, Umur (nilai p value =1,000), Paritas (nilai p value =0,993), Pendidikan (nilai p value = 1,000), Pekerjaan (nilai p value =1,000). Jadi semua variabel independen memiliki nilai p value > α 0,05, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara Umur, Paritas, Pendidikan, dan Pekerjaan dengan penggunaan kb suntik, hal ini dikarenakan kurang nya jumlah sampel dan keterbatasan waktu penelitian. Saran: Diharapkan agar KB suntik diberikan secara bergantian dengan KB non-hormonal sehingga kandungan hormone dalam tubuh dapat seimbang.

Kata kunci: KB Suntik, Umur, Paritas, Pendidikan, Pekerjaan


Full Text:

PDF

References


Awalia, dkk. (2013). Faktor – faktor yang berhubungan dengan pemakaian kontrasepsi hormonal di Desa Kemurang Wetan Kecamatan Tanjunga Kabupaten Brebes Tahun 2013. http://download.portalgaruda.org/article.php?article.2013. Diakses pada tanggal 27 Agustus 2017.

Anwar,M, dkk. (2011). Ilmu Kandungan. Jakarta: P.T. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

Atikah Proverawati. (2010). Panduan Memilih Kontrasepsi. Yogyakarta : Nuha Medika.

Badan Kependudukan Dan Keluarga Berencana Nasional, Kemenkes RI. (2012). Pedoman Pelayanan Keluarga Berencana Pasca Persalinan di Fasilitas Kesehatan. BKKBN dan Kemenkes RI. Jakarta.

Baziad A. (2008). Kontrasepsi Hormonal. Jakarta : PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

BKKBN, (2010). Keluarga Berencana BKKBN, dan Kesehatan Reproduksi. Jakarta

BKKBN (2015). Presentase Kb Baru Menurut Metode Kontrasepsi Tahun 2014. Jakarta : Kemenkes RI.

Chnrl (2012). Data SDKI. Tersedia pada : http://chnrl.org/pelatihan-demografi/SDKI-2012.pdf (diakses : 22 November 2020)

Elwadood, Abd. A., Sayed, G., El-Snosy, E., & Zahran, K. (2019). “The Effect of Hormonal Contraception and Intrauterine Device on The Pattern of Menstrual Cycle”, Journal of Current Medical Research and Practice, 4(2), hal. 225. doi :10.4103/jcmrp.jcmrp_28

Hartanto,H. (2010). Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan

Indriani, R. (2016). Keluarga Berencana Dan Kontrasepsi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan.

Kemenkes RI. (2013). Buletin jendela data dan informasi kesehatan: Situasi keluarga berencana di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI.

Kemenkes RI. (2013). Pusat data dan informasi kementrian kesehatan RI: Situasi dan analisis keluarga berencana. Jakarta: Kemenkes RI.

Kumalasari,I dan Iwan Andhyantoro. (2012). Kesehatan Reproduksi Untuk Mahasiswa Kebidanan Dan Keperawatan : Salemba Medika

Kusmiran, E. (2011). Kesehatan Remaja dan Wanita. Jakarta : Salemba Medika

Machfoedz,I, (2010). Metode Penelitian (Kuantitatif & Kualitatif). Yogyakarta : Fitramaya

Manuaba, I.A, dkk. (2013). Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan, dan KB Untuk Pendidikan Bidan Edisi 2. Jakarta : EGC.

Meilani,N,dkk. (2010). Pelayanan Keluarga Berencana . Yogyakarta : Fitramaya

Meliati. (2012). Hubungan Paritas Pada PUS Dengan Pemilihan Metode Kontraseps i Di Puskesmas Ampena. AMPENANhttp://www.lpsdimataram.com/phocadownload/Oktober2014/6hubungan%20paritas%20pada%20pus%20dengan%20pemilihan %20metode%20kontrasepsi-linda%20meliati.pdf.( diakses :18 November 2020)

Mulyani, N.S. (2013). Keluarga Berencana dan Alat Kontrasepsi. Yogyakarta : Nuha Medika.

Muryanta,A. (2010). Menggapai Target MDGS Dalam Program KB Nasional. http://www.kulonprogokab.go.id/v21/files/MENGGAPAI-TARGET-MDGsDALAM-PROGRAM-KB-NASIONAL.pdf. (diakses : 21 November 2020)

Nina Siti Mulyani, dkk, (2013). Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Salemba Merdeka

Suratun,dkk. (2013). Pelayanan Keluarga Berencana & Pelayanan Kontrasepsi.Jakarta : CV.Trans Info Media

Sutarjo, US. (2016). Pelayanan Keluarga Berencana & Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : CV. Trans Info Media

Tahir, AM. (2015). Profil Kesehatan Indonesia. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia

Wordometers Indonesia WI, (2019). Jumlah Penduduk Indonesia. Tersedia pada : http://databoks.katadata.co.id/datapublish/2019/04/29/jumlah-pendudu-indonesia-269-juta-jiwa-terbesar-keempat-dunia (diakses : 16 November 2020).

Yuidasari, dkk. (2014). Hubungan Pengetahuan Ibu Dan Pekerjaan Ibu Dengan Pemilihan Kontrasepsi Suntik.file:///C:/Users/User/Downloads/658-1378-1-SM.pdf. Studi Kasus di Kota Paringin, Kalimantan Selatan. (Diakses :15 November 2020)




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v6i2.667

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

  

 

real time web analytics View My Stats