Uji Antibakteri Fraksi N-Heksan Dan Etil Asetat Daun Ubi Jalar Ungu (Ipomoea batatas (L.) Lam Terhadap Bakteri StaphylococcusEpidermis

Ulik Alta, Indah Lestari

Abstract


Latar belakang: Penyakit infeksi merupakan penyakit yang paling banyak diderita oleh penduduk dinegara berkembang. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi Adalah Staphylococcus Epidermis. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi dari kateter intravena dan implant prostetik dan dapat menyebabkan infeksi kulit ringan. Bakteri ini juga dapat menyebabkan utama sepsis pada neonates dan pariontinitis pada pasien ngan gagal ginjal.Tujuan: Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui sensitifitas fraksi N-heksandanEtil Asetat daun ubi jalar ungu terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermis, dan untuk mengetahui pada konsentrasi berapakah daun ubi jalar ungu memberikan efek yang optimal. Metode: Penelitian ini merupakan kuasi sperimental dengan posttest only control grup design. Penelitian ini dilakukan di laboratorium biologi dan farmakologi prodi S1- Farmasi STIKES ‘Aisyiyah Palembang pada bulan juni 2019 – agustus 2019. Hasil: Hasil uji menunjukanbahwaekstrak dengan konsentrasi 100%, 90% dan80% dan fraksi dengan konsentrai 80%, 90% dan 100% memiliki pengaruh terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermis. Saran: Ekstrak dan fraksi daun ubi jalar ungu memiliki daya Antibakteri terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus Epidermis. Daya Antibakteri yang diberikandilihat dari luasnya zona hambat yang diberikan.

Kata kunci : Ektrak, fraksi,daun ubi jalar ungu, StaphylococcusEpidermis


Full Text:

PDF

References


Ajizah, Aulia. (2004). “Sensitivitas Salmonella Typhimurium Terhadap Ekstra Daun Psidium Guajava L”, Bioscientiae, 1(1), hal. 31-38.

Balitkabi (2016). Deskripsi Varietas unggul Jalar 1997-2016, Balai penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi, Malang 2008. Deskripsi Varietas Unggul Kacang-kacangan dan Umbi umbian Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian.Malang.hal. 171.

David, W.W dan Stout, T.R. (1971). Disc Plate Method OfMikrobiologicalAntibiotik Assay. Mikrobiology.

DepartemenKesehatan RI, (1995).MateriaMedika, Jilid.VI. Jakarta: DiktoratJendral POM-Depkes RI.

Depkes RI (2000). Farmakope Herbal Indonesia. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Depkes RI (2000). Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Diktorat Jendral POM

Depkes RI (2008). Farmakope Herbal Indonesia Jilid I. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Depkes RI (2011).Acuan Sediaan Herbal. Jakarta: Direktorat Jendral POM-

Djamal, Rusdi. (2010). Kimia BahanAlam: Prinsip-prinsipDasarIsolasidanIdentifikasi. Padang: UniversitasBaiturahman.

Endarini,L. H. (2016). Farmakoqnosidan Fitokimia. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

FletcherSM, McLaws M, Ellis JT. (2013). “Prevalence of Gastrointestinal Patoghens In Developed and Developing Countries: Systematic Review and Meta-analysis”, J Public Health Res. 2(1), hal. 42-53.

Flores-Mireles AL, Walker JN, Caparon M, Hultgren SJ. (2015). “Urinary Tract Infections and Epidemiology, Mechanisms of Injection and Treatmennt Options”,Nat Rev Microbio, 13(5), hal. 84-269

Gran, H.F.S. (1983). Antimikroba Dalam Sulistia Gan dan Terapi. Jakarta: Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Hewan Indonesia.

Harbone,J.B. (1987).Metode Fitokimia Penuntun Cara Moderen Menganalisa Tumbuhan. Bandung : ITB.

Indraswari, A. (2008).OptimasiPembuatanEkstrakDaunDewan Daru (Eugenia Uniflora L) MenggunakanMetodeMaserasiDengan Parameter Kadar Total SenyawaFenolikdan Flavonoid. Surakarta: UniversitasMuhammadiyah Surakarta.

James, Daniel E. (2007). Microbiology a Laboratory Manual. San Fransisco: Pearson Ltd.

Jawetz, E., Meknick, J.L. & Adelberg, E, A.(2005) MikrobiologiKedokteran, Edisi XXII, Jakarta: Selemba Medika.

Jawetz, E., Meknick, J.L. & Adelberg, E, A. (2007). Mikrobiologi kedokteran. Jakarta: EGC Press.

Kaplan , H.I, Sandock, b.j., Grebb.A. (1997). SinopsisPsikiatri, EdisiketujuhJilid I. Jakarta: BinerpaAksara.

Ki V, Rotstein C.(2008). “Bacterial Skin and Soft Tissue Infections In Adults: A Riview of Their Epidemiology, Pathogenesis, Diagnosis, Treatment and Site of Care”, Can J Infect Dis Med Microbiol, 19(2), hal. 173-84.

Kronman MP, Zhou C, Mangione-Smith R. (2014). “Bacterial Prevalence and Antimicrobial Precribing Trends ForAcutebRespiratoryn Track Infection”, America Academy of Pediatrics, 134(4), hal. 956-65.

Kumalaningsih, Sri. (2006). AntioksidanAlami. Surabaya: Trubus Agrisarana.

Kumalaningsih, Sri. (2008). Antioksidan, Sumber&Manfaatnya.Antioxiidant Center Online. Tersedia pada : http://antioxidant–center.com/Index.php/Antioksidan/3.-Antioksidan-Sumbersumber-Manfaatnya.html.

Kurniawan, Betta dan Wayan, Ferly Aryana. (2015). “Binahong (Cassia Alata L) As Inhibitor OfEscherichiacoli Growth”,J Majority, 4(4).

Levinson, W.(2004). Medical Microbiology and Immunology. New York: Medical PublishingDevision.

Li, F., Li Q., Goa, D., &Peng, Y. (2009).“The Optimal Extraction Parameters and Anti-Diabetic Activity of Flavonoids from Ipomoea batatas Leaf, Afr”,Journal Trad, 6, hal. 195-202.

Mandel GL, Bennet JE, Dolin R. (2010). Principles and Practice of Infection Diseases.Elsevier Book Aid.

Maulida, D. &Naufal, Z.(2010).Ekstraksi Antioksidan (Likopen) Dari Buah Tomat Dengan Menggunakan Solvent Campuran, N- heksan, Asetondan Etanol. Skrpsi.Semarang: Universitas Dipenegoro.

Mayang,T., Lidia & Nilda (2016). Uji Aktivitas Antibakteri Terhadap Beberapa Faksi Daun Sembung Rambat (Mikania micrantha kunth) Terhadap Bakteri Penyebab PenyakitKulit

Melati, P., Welly, D. & Widiyanti(2009) Uji Efektivtas Ekstrak Daun Ubi Jalar merah (Ipomoea batatas Poir) sebagai Antibakteri Staphylococcusaureus penyebab penyakit bisul pada manusia. Tesis. Bengkulu: Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Pasca Serjana Universitas Bengkulu.

Mulyadi, M, Wuryanti, &Purbowatiningrum, R,S. (2013). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) Kadar Sampel Alang-Alang (Imperata cylindrical) Dalametanol Melalui Metode Cakram Semarang: Fakultas Diponegoro Semarang.

Munandar, K. (2016). Pengenalam Laboratorium IPA-BIOLOGI Sekolah. Bandung: RefikaAditama.

Muntari, Z., (2012). Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Kulit Batang Kedondong (Spondiaspinnata) Terhadap Bakteri Streptococcus mutans dan Shigella sonnei. Skripsi, Surakarta: Fakultas Farmasi, Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Ngajow, Mercy., Jemmy Abidjulu, & Vanda S. Kamu. (2013). “Pengaruh antibakteri ekstrak kulit batang Matoa (Pometia pinnata) terhadap bakteri Staphylococcusaureus secara in vitro”,Jurnal Mipa Unsrat, 2(2) hal. 128-132.

Nugroho, AW. (2013). Mikrobiologi kedokteran Jawetz, Melnick, & Adelberg, Ed 25. Jakarta: Penerbit buku kedokteran EGC.

Pelczar, Michael J. & Chan , EC.S (2008). Dasar-dasar mikrobiologi. Terjemahan oleh Hadioetomo, Ratna sari et al. Jakarta: Universitas Indonesia.

Plezer , M.J & Chan, E.C. (2005). Dasar-DasarMikrobiologi. Jakarta: UI Press.

Pokarny, J. Yanishlieva, N.&Gordon M. (2001).Antioxidant in Food : Practical and Application. New York: CRC Press.

Pratiwi, S.T. (2008). Mikrobiologi Farmasi. Jakarta: Erlangga.

Radji, M. (2011). BukuAjar Mikrobilogi Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Radji, M.(2011). Buku Ajar Mikrobilogi Panduan Mahasiswa Farmasi dan Kedokteran, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Reveny, Julia(2011). “Daya Antimikroba Ekstrak dan Fraksi Daun Sirih Merah (Piper betle Linn”, Jurnal ILMU Dasar. 12 (1), hal. 6-12.

Rohman, A. (2015). Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antioksidan pada Ekstrak Etanol Daun Sente (Alocasia macrorrhizae (L.)G Don) denganVariasi Cara Pengeringan. Seminar Kimia. Skripsi. Surakarta: Fakultas keguruan dal Ilmu Pendidikan. Universitas Sebelas Maret.

Santoso,Singgih.(2002). Mengatasi Berbagai Masalah Statistik dengan SPSS Versi 11. 5. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Schimie, Sebastian. (2008). Ubi Merah. Tersedia pada : http://ccrcfarmasiuigm.wordpress.com/

Setyabudi R. (2012). Farmakope dan Terapi . Edisi 5 Universitas Indonesia. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Sexana M. Jyoti S. Rajeev N., Dharmendra S. & Abhishek G. (2013).“Phytochemistry of Medical Plant”, Journal of Pharmacology and Phytochemistry, 1, hal. 182-168.

Soediro, K. (1997). Phytochemical Methods.Terjemahkan.Bandung: PenerbitITB.

Soemarno (2000).Isolasi dan Identifikasi bakteri Klinik. Yogyakarta:Akademi Analisis Kesehatan Yogyakarta Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Sri, Supadmi. (2009). Studi Varriasi Ubi Jalar (Ipomoea batatas. L) Berdasarkan Morfologi Kandungan Gula Reduksi dan Pola Pita Isozim.

Steinbauer CE &Khusman LJ. (1971). Sweet potato culture and disease. Washington DC: Agriculture.

Tamzil, Aziz et al. (2014).“Pengaruh Pelarut Heksan dan Etanol, Volume pelarut, dan waktu Ekstraksi Terhadap Hasil Ekstraksi Minyak Kopi”, Jurnal Teknik Kimia, 16(1), hal. 1-8.

Tjay,TanHoan & Rahadja, Kirrana(2007). Obat-ObatPenting (Khasiat, Penggunaan dan Efek Samping), Edisi VI. Jakarta:PT.Elex Media KomputindoKelompokKompas-Gramedia

Voight, R. (1994). Buku Pelajaran Teknologi Farmasi edisi V. Yogyakarta: Universitas Gaja Mada Pres.

Volk & Wheeler (1993). MikrobiologiDasarJilidI . Jakarta: Erlangga.

WHO, (World Health Organization). (1998). Quality Control Methods for Medicinal Plant Material. Switzerland: Geneva.




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v6i2.670

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

  

 

real time web analytics View My Stats