ANALISIS MOTORIK KASAR PADA BAYI USIA 3-12 BULAN BERDASARKAN STATUS GIZI DAN PEMBERIAN ASI

Indah Rahmadaniah, Rini Anggeriani, Marchatus Soleha, Sagita Darma Sari

Abstract


Latar belakang : Pertumbuhan dan perkembangan anak, di tahun pertama merupakan periode yang sangat penting, periode ini merupakan kesempatan emas dan masa yang rentan terhadap pengaruh negatif, status kesehatan yang baik, asupan nutrisi yang baik dan cukup, pola pengasuhan yang benar dan stimulasi yang tepat selama periode ini sangat membantu anak untuk tumbuh dengan sehat sehingga mampu mencapai kemampuan optimalnya. Tujuan : diketahuinya motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan berdasarkan status gizi dan pemberian ASI. Metode : jenis penelitian kuantitatif bersifat deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional, sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah 45 responden. Penelitian dilakukan pada bulan Maret-April tahun 2020 di BPM Fauziah Hatta Palembang. Data yang digunakan data sekunder dan primer melalui metode melihat catatan bidan dan wawancara. Penilaian status gizi bayi menggunakan pengukuran antopometri berdasarkan IMT/U, untuk menilai motorik kasar bayi dengan menggunakan KPSP. Analisis data menggunakan uji statistic chi square dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil :  Pemberian ASI pada bayi usia 3-12 bulan sebesar 80%. Status gizi bayi usia 3-6 bulan dengan kategori baik sebesar 84,4%. Motorik kasar pada bayi usia 3-12 bulan dengan kategori sesuai sebesar 84,4%. Saran: Untuk mendapatkan motorik kasar yang sesuai sebaiknya orang tua mencukupi gizi seimbang untuk bayinya, serta perlunya memberikan mainan/latihan pada anak yang dapat  merangsang motoriknya. Pemantauan perkembangan pada bayi usia 3-12 bulan sebaiknya dilakukan secara teratur minimal 3 bulan sekali, penilaian dengan menggunakan KPSP dapat dilakukan di puskesmas terdekat, sehingga orang tua dapat dengan mudah untuk mengetahui perkembangan anaknya.

Kata Kunci : Pemberian ASI, Status gizi, Motorik kasar

Full Text:

PDF

References


Ara, M., Sudaryati, E. and Lubis, Z. (2018) ‘Perbedaan Perkembangan Bayi Usia 6-12 Bulan Berdasarkan Pemberian ASI’, Muara Sains, Teknologi, Kesehatan dan Ilmu Kesehatan, 2(1), pp. 216–224. Available at: https://journal.untar.ac.id/index.php/jmistki/article/download/1760/1399.

Azhari, A. (2019) ‘Hubungan Antara Pemberian ASI Eksklusif dan Non Eksklusif dengan Perkembangan Motorik Kasar Bayi Usia 6-12 Bulan Di Posyandu Wilayah Kerja Puskesmas Makam Haji’, Program studi S1 Fisioterapi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Surakarta, pp. 1–9.

Chikhungu, L. C., Madise, N. J. and Padmadas, S. S. (2014) ‘How important are community characteristics in influencing children׳ s nutritional status? Evidence from Malawi population-based household and community surveys’, Health & Place, 30, pp. 187–195.

Dinas Kesehatan Kota Palembang (2019) ‘Diseminasi Surveilans Gizi Tahun 2019’, p. 88.

Hadi, S. P. I. (2019) ‘Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Motorik Pada Anak Usia 12-36 Bulan Di Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang’, Jurnal Kebidanan Kestra (Jkk), 1(2), pp. 1–7. doi: 10.35451/jkk.v1i2.126.

Hasdianah, H. R., Siyoto, S. and Peristyowati, Y. (2014) ‘Gizi, pemanfaatan gizi, diet, dan obesitas’, Yogyakarta: Nuha Medika, pp. 24–42.

Hidayat, A. A. A. (2012) ‘Pengantar Ilmu Keperawatan Anak: Jakarta: Salemba Medika’.

Hopkins, D. et al. (2015) ‘Effects on childhood body habitus of feeding large volumes of cow or formula milk compared with breastfeeding in the latter part of infancy’, American Journal of Clinical Nutrition, 102(5), pp. 1096–1103. doi: 10.3945/ajcn.114.100529.

Horta, B. L., Loret de Mola, C. and Victora, C. G. (2015) ‘Breastfeeding and intelligence: a systematic review and meta‐analysis’, Acta paediatrica, 104, pp. 14–19.

Karina (2015) ‘ASI sebagai Pilihan untuk Perbaiki Perkembangan Motorik Bayi’, Majority, 4(7), pp. 85–90.

Kemenkes, R. (2019) ‘Berikan ASI untuk Tumbuh Kembang Optimal’. Available at: https://www.kemkes.go.id/article/view/19080800004/berikan-asi-untuk-tumbuh-kembang-optimal.html.

Kementrian Kesehatan, R. (2016) ‘Pedoman pelaksanaan Stimulasi, Deteksi dan Ntervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar’.

Kementrian Kesehatan, R. (2017) ‘Pemantauan Status Gizi’, Hasil Pemantauan Status Gizi (PSG): Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kholifah, S. N. et al. (2014) ‘Perkembangan motorik kasar bayi melalui stimulasi ibu di kelurahan kemayoran Surabaya’, Jurnal Sumber Daya Manusia Kesehatan, 1(1).

Menteri Kesehatan, R. (2020) ‘Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2 Tahun 2020 Tentang Standar Antopometri Anak’, Menteri Kesehatan Repuplik Indonesia, 21(1), pp. 1–9.

Ranuh, S. (2015) ‘Tumbuh Kembang Anak Edisi 2’, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Rezky, Utami, N. W. and Andinawati, M. (2017) ‘Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Motorik Kasar Anak Usia Prasekolah di Wilayah Kerja Posyandu Kalisongo Kecamatan Dau’, jurnal Nursing News, 2, pp. 93–102.

Santoso, B., Sulistiowati, E. and Sekartuti, L. A. (2013) ‘Kementrian Kesehatan RI, Pokok-Pokok Hasil Riskesdas Provinsi Jawa Tengah 2013’, Jakarta: Lembaga Penerbitan Badan Litbangkes.

Timuda, C. E. (2017) ‘Hubungan Status Gizi Anak Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia Bayi Dan Balita (0-59 Bulan) Di Puskesmas Pandanwangi Malang’, Saintika Medika, 10(2), p. 115. doi: 10.22219/sm.v10i2.4159.

Wahyuni, C. (2018) Panduan Lengkap Tumbuh Kembang Anak. STRADA PRESS.

Wauran, C. G., Kundre, R. and Silolonga, W. (2016) ‘Hubungan Status Gizi Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Anak Usia 1-3 Tahun Di Kelurahan Bitung Kecamatan Amurang Kabupaten Minahasa Selatan’, Jurnal Keperawatan, 4(2).




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v6i2.671

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

  

 

real time web analytics View My Stats