PERBEDAAN PEMERIKSAAN DARAH SEGERA DAN DITUNDA SELAMA 6 JAM PADA SUHU 4-8OC TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN DENGAN HEMATOLOGY ANALYZER

Oka Dwi Saputra, Aristoteles Aristoteles

Abstract


Latar Belakang: Pemeriksaan hematologi adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui keadaan darah dan komponen-komponen di dalam darah. Darah terdiri dari eritrosit, leukosit, trombosit, serta cairan yang berwarna kekuningan disebut dengan plasma. Hemoglobin merupakan suatu protein tetramerik eritrosit yang mengikat molekul bukan protein yaitu senyawa porfirin besi yang disebut dengan heme. Hemoglobin mempunyai peran penting dalam sistem pengangkutan pada tubuh manusia yang utama yaitu mengangkut oksigen ke seluruh jaringan dan yang kedua yaitu memindahkan karbondioksida dari jaringan perifer ke organ respirasi. Kadar hemoglobin dapat diukur dengan menggunakan penghitung sel otomatis (hematology analyzer) yang secara langsung mengukur kadar hemoglobin Tujuan: Diketahui perbedaan pemeriksaan darah segera dan ditunda selama 6 jam pada suhu 4-8oC terhadap kadar hemoglobin dengan Hematology Analyzery. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 30 sampel yang terdiri mahasiswi tingkat 1 dan 4 program studi DIV Teknologi Laboratorium Medis. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Hematologi IKesT MP pada tanggal 01 April 2021. Pemeriksaan kadar hemoglobin menggunakan alat Hematology analyzer. Hasil: Pada penelitian didapatkan kadar hemoglobin yang segera diperiksa paling rendah sebesar 10,3 g/dL dan yang paling tinggi sebesar 14,4 g/dL, sedangkan kadar hemoglobin yang ditunda selama 6 jam pada suhu 4-8oC didapatkan kadar hemoglobin paling rendah sebesar 9,9 g/dL dan yang paling tinggi sebesar 14,1 g/dL. Saran: Diharapkan dari hasil penelitian ini, bagi peneliti selanjutnya dapat dijadikan sebagai bahan perbandingan dengan penelitian sebelumnya, penelitian ini dapat juga dilanjutkan dengan pemeriksaan hemoglobin dengan suhu yang berbeda dan dapat dijadikan sebagai referensi untuk penelitian selanjutnya dengan parameter hematologi yang berbeda.

 

Kata Kunci: Hemoglobin, Hematology Analyzer, Suhu, Penyimpanan


Full Text:

PDF

References


Bararah, A. S., Ernawati, & Andreswari, D. (2017). Implementasi Case Based Reasoning Untuk Diagnosa Penyakit Berdasarkan Gejala Klinis dan Hasil Pemeriksaan Hematologi Dengan Probabilitas Bayes. Rekursif, 5(1): 43–54

Dahlan S. (2014). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan

Dameuli, S., Ariyadi, T., & Nuroini, F. (2018). Perbedaan Kadar Hemoglobin Menggunakan Hb Meter, Spektrofotomet Er dan Hematology Analyzer pada Sampel Segera Diperiksa dan Ditunda 20 Jam. Jurnal Program Studi D IV Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang., 1–6. http://repository.unimus.ac.id

Gunadi, V. I. ., Mewo, Y. M., & Tiho, M. (2016). Gambaran Kadar Hemoglobin pada Pekerja Bangunan. Jurnal E-Biomedik, 4(2): 2–7. https://doi.org/10.35790/ebm.4.2.2016.14604

Hidayat, N., & Sunarti, S. (2015). Validitas Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Menggunakan Metode Hb Meter pada Remaja Putri di Man Wonosari. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health), 9(1). https://doi.org/10.12928/kesmas.v9i1.1548

Naid, T., Arwie, D., & Mangerangi, F. (2012). Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap Jumlah Eritrosit Darah Donor. Jurnal Ilmiah As-Syifaa, 4(1): 112–120. https://doi.org/10.33096/jifa.v4i1.149

Oktiyani. (2017). Akurasi Hitung Jumlah Eritorosit Metode Manual dan Metode Otomatis, Jurnal Analis Kesehatan. Medical World, 92(2): 587–591

Ozmen, S. U., & Ozarda, Y. (2021). Stability of Hematological Analytes during 48 Hours Storage at Three Temperatures Using Cell-Dyn Hematology Analyzer. Journal of Medical Biochemistry, 40(3): 252–260. https://doi.org/10.5937/jomb0-27945

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Inonesia Nomor 25. (2015). Penyelenggaraan Pemeriksaan Laboratorium Untuk Ibu Hamil, Bersalin, dan Nifas di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Jaringan Pelayanannya.

Bararah, A. S., Ernawati, & Andreswari, D. (2017). Implementasi Case Based Reasoning Untuk Diagnosa Penyakit Berdasarkan Gejala Klinis dan Hasil Pemeriksaan Hematologi Dengan Probabilitas Bayes. Rekursif, 5(1): 43–54

Dahlan S. (2014). Statistik Untuk Kedokteran dan Kesehatan

Dameuli, S., Ariyadi, T., & Nuroini, F. (2018). Perbedaan Kadar Hemoglobin Menggunakan Hb Meter, Spektrofotomet Er dan Hematology Analyzer pada Sampel Segera Diperiksa dan Ditunda 20 Jam. Jurnal Program Studi D IV Analis Kesehatan Fakultas Ilmu Keperawatan Dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Semarang., 1–6. http://repository.unimus.ac.id

Gunadi, V. I. ., Mewo, Y. M., & Tiho, M. (2016). Gambaran Kadar Hemoglobin pada Pekerja Bangunan. Jurnal E-Biomedik, 4(2): 2–7. https://doi.org/10.35790/ebm.4.2.2016.14604

Hidayat, N., & Sunarti, S. (2015). Validitas Pemeriksaan Kadar Hemoglobin Menggunakan Metode Hb Meter pada Remaja Putri di Man Wonosari. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health), 9(1). https://doi.org/10.12928/kesmas.v9i1.1548

Naid, T., Arwie, D., & Mangerangi, F. (2012). Pengaruh Waktu Penyimpanan Terhadap Jumlah Eritrosit Darah Donor. Jurnal Ilmiah As-Syifaa, 4(1): 112–120. https://doi.org/10.33096/jifa.v4i1.149

Oktiyani. (2017). Akurasi Hitung Jumlah Eritorosit Metode Manual dan Metode Otomatis, Jurnal Analis Kesehatan. Medical World, 92(2): 587–591

Ozmen, S. U., & Ozarda, Y. (2021). Stability of Hematological Analytes during 48 Hours Storage at Three Temperatures Using Cell-Dyn Hematology Analyzer. Journal of Medical Biochemistry, 40(3): 252–260. https://doi.org/10.5937/jomb0-27945

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Inonesia Nomor 25. (2015). Penyelenggaraan Pemeriksaan Laboratorium Untuk Ibu Hamil, Bersalin, dan Nifas di Fasilitas Pelayanan Kesehatan dan Jaringan Pelayanannya.

Praptomo, A. J. (2016). Perbandingan Hasil Pemeriksaan Hitung Jumlah Trombosit Metode Langsung (Rees Ecker), Metode Tidak Langsung (Fonio), dan Metode Automatik (Hematology Analyzer). Jurnal Medika, 1–13

Prihandono, D. S., & Waluyo, F. (2017). Pengaruh Lama Penyimpanan 5 Jam dan 10 Jam pada Suhu 2-8 0 C Terhadap Kadar Glycated Hemoglobin (HbA1c) The Effect of 5 Hour and 10 Hour Retention Period at 2-8 0C Temperature on Glycated Hemoglobin (HbA1c) Levels Prodi Imunologi , Sekolah Pascasarja. 2–8

Rahayu citra. (2018). Gambaran Kadar Hemoglobin pada Mahasiswa/i TINGKAT III Jurusan Analis Kesehatan Medan Sebelum dan Sesudah Disimpan Selama2 Jam pada Suhu Kamar. In Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical (Vol. 44, Issue 8). https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201

Tutik, & Ningsih, S. (2019). Pemeriksaan Kesehatan Hemoglobin di Posyandu Lanjut Usia (Lansia) Pekon Tulung Agung Puskesmas Gadingrejo Pringsewu. Jurnal Pengabdian Farmasi Malahayati Vol., 2(1): 22–26. http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/pengabdianfarmasi/article/view/1962/pdf

Wahdaniah, W., & Tumpuk, S. (2018). Perbedaan Penggunaan Antikoagulan K2EDTA DAN K3EDTA Terhadap Hasil Pemeriksaan Indeks Eritrosit. Jurnal Laboratorium Khatulistiwa, 1(2): 114. https://doi.org/10.30602/jlk.v1i2.147

Yaqin, M.A & Arista, D. (2015). Analisis Tahap Pemeriksaan Pra Analitik sebagai Upaya Peningkatan Mutu Hasil Laboratorium di RS Muji Rahayu Surabaya. Jurnal Sains, 5(10): 1–7




DOI: https://doi.org/10.36729/jam.v7i2.852

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


 

  

 

real time web analytics View My Stats