GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA TENTANG SEKSUAL PRANIKAH

Mandria Yundelva, Rosica Nurhaliza

Abstract


Latar belakang: Seksual pranikah pada remaja saat ini menunjukan kasus tertinggi dikalangan remaja dengan alasan remaja tersebut ingin tahu dan coba-coba melakukan hubungan seksual, yang berakibat banyaknya remaja melakukan aborsi karena terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Tujuan: Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghetahui gambaran pengetahuandan sikap remaja tentang seksual pranikahdi SMA Negeri 7 Padang Tahun 2019. Metode: Jenis Penelitian ini bersifat deskriptif dan menyebakan kuesioner kepada responden dalam waktu yang bersamaan. Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 18 juli 2019 menggunakan jenis penelitian deskriptif. Populasinya adalah seluruh siswa/siswi kelas XI SMA N 7 Padang yang berjumlah 342 orang. Teknik pengambilan sampel dengan consecutive sampling yaitu pemilihan sampel dengan menetapkan subyek yang memenuhi kriteria penelitian yang berjumlah 77 orang. Hasil: Penelitian ini menggunakan analisa univariat, penelitian ini menunjukan lebih dari separuh remaja (67.3%) memiliki pengetahuan tinggi tentang seksual pranikah, demikian pula hal nya dengan sikap remaja tentang seksual pranikah (61%) bersikap positif. Dapat disimpulkan bahwa gambaran pengetahuan dan sikap remaja tentang seksual  pranikah didapatkan pengetahuan remaja tinggi dan memiliki sikap positif. Saran: Diharapkan kepada pihak sekolah melalui guru biologi, guru BK, guru agama, dan organisasi intra sekolah yang terkait memberikan informasi tentang pendidikan seks sehat kepada siswa agar siswa tidak menyalahgunakan pengetahuan yang didapatkannya.

 

Kata Kunci : Pengetahuan, Sikap, Seksual Pranikah


Full Text:

PDF

References


Azinar, M. (2013). Perilaku Seksual Pranikah Beresiko Terhadap Kehamilan Tidak diinginkan. Jurnal Kesehatan Masyrakat vol.8, No.2, 153-160

Budiman, dan Riyanto Agus. (2013). Pengetahuan dan Sikap Dalam Penelitian Kesehatan. Jakarta: Salemba Medika.

Irfan, I.H., Wahyu, R. (2016). Harga Diri Seksual, Kompulsivitas Seksual, dan Perilaku Seks Berisiko pada Orang dengan HIV/AIDS. Jurnal Psikologi, 43 (1): 54-55.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). (2016). Data kasus pengaduan anak berdasarkan klaster perlindungan anak tahun 2011-2016 KPAI, (46), 2016. Diperoleh tanggal 15 Januari 2018 dari http://www.ucarecdn.

Kementerian Kesehatan RI. (2014). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2014. Jakarta: Kementerian Republik Indonesia

Susanti, S., Setyowati, E., Nanik, R. (2013). Persepsi Siswa Kelas XI SMK Negeri 4 Surabaya terhadap Perilaku Seks Bebas dikalangan Pelajar Surabaya. IPI, 3 (1): 2.

Mahmudah, Yaunin. Y. Lestari. Y. (2016). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Remaja di Kota Padang. Jurnal Kesehatan Andalas

Naedi, (2012). “Gambaran Tingkat Pengetahuan Seks Bebas Pada Remaja kelas XI di SMA Negeri 1 Cileungsi Bogor”.KTI Sekolah Tinggi Imlu Kesehatan (Stikes) Kusuma Husada Surakata

Notoatmodjo, S. (2007). Promosi Kesehatan : Teori dan Aplikasinya . Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo. (2010). Promosi kesehatan teori dan aplikasi. Jakarta: RinekaCipta.

Notoatmodjo. (2010).Ilmu perilaku kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta

Notoatmodjo. (2012). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta Centers for Disease Control and Prevention. Sexsual Risk Behaviors. Sexual RiskBehaviors: HIV, STD, & Teen Pregnancy Prevention. 2015.

Sarlito Wirawan Sarwono. (2012). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Sarwono WS. (2011). Psikologi remaja edisi 5. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Sarwono WS. (2013). Psikologi Remaja. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Soetjiningsih. 2010. “Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya”. Jakarta: Sagung Seto.

Tristiadi, F. A. 2016. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Seksual Pranikah pada Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.Karya Tulis Ilmiah PSIKFKIK UMY


Refbacks

  • There are currently no refbacks.