HUBUNGAN ANTARA USIA DAN LAMA MENDERITA DM DENGAN KEJADIAN DISFUNGSI EREKSI (DE) PADA PASIEN DIABETES MELITUS

Puji Setya Rini, Anita Apriany, Siti Romadoni

Abstract


Latar belakang: Diabetes Melitus merupakan salah satu penyakit sistemik utama penyebab Disfungsi Ereksi (DE) pada pria pengidap DM (diabetisi). Diperkirakan setengah dari pria diabetisi atau kira-kira 2 sampai 2,5 juta pria diabetesi Amerika mengeluhkan DE. Insiden DE dilaporkan lebih tinggi pada pria diabetisi (23-75%) dari pada non diabetesi. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan usia dan lamanya menderita DM dengan kejadian DE pada pasien pria DM. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan menggunakan metode survey analitik melalui pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah semua penderita DM di Puskesmas Nagaswidak.  Sampel pada penelitian ini sebanyak 30 responden yang ditentukan dengan kriteria inklusi yaitu lansia yang mendrita DM. Hasil: Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara usia dengan kejadian disfungsi ereksi pada lansia di Puskermas Nagaswidak Palembang dan ada hubungan antara usia dengan kejadian disfungsi ereksi pada lansia di Puskermas Nagaswidak Palembang. Saran: diharapkan Pihak Puskesmas Nagaswidak dapat memfasilitasi penderita untuk pemeriksaan Dm lebih lanjut untuk mendeteksi sedini mungkin sehingga mampu untuk mengetahui komplikasi DM berupa Disfungsi Ereksi.

Kata Kunci     : Usia, Lama Menderita DM, Disfungsi Ereksi (DE)


Full Text:

PDF

References


Arief TQ, Mochammad (2003). Pengantar metodologi penelitian untuk ilmu kesehatan. Klaten: CSGF.

Anurogo, D (2007). Referensi Lengkap Disfungsi Ereksi Bagian II. Diakses dari http://www.kabarindonesia.com. Tanggal 14 mei 2008.

Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Jilid 3 Edisi 5. Jakarta: Interna Publishing; 2009.hal:1874.

Baziad A (2003). Menopause dan Andropause. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo : Jakarta.

Decroli E (2001). Upaya Pencegahan Komplikasi Diabetes. Dalam: Makalah Simposium Awam PIB II Ilmu Penyakit Dalam. Padang 27-28 Oktober 2001.

DW. Foster (2000). Diabetes melitus Dalam : Isselbacher, Braunwald, eds. Horison

Dorland, W.A Newman (2002). Kamus Kedokteran Dorland Edisi 29, Jakarta: EGC.

Ferryal L (2008). Diabetes Merusak Hubungan Seksual. Diakses dari http://www.google.com. Tanggal 8 September 2008.

GoldsteinI, Siroky MB, Krane RJ (1983). Impotence in Diabetes Mellitus dalam eds Male Sexual Dysfunction. Little Brown & Co : Boston.

Guyton AC, Hall JE (1997). Fisiologi Kedokteran. EGC ; Jakarta.

INA-EDACT (2000). Disfungsi Ereksi, Apa yang Harus Diketahui Oleh Pria dan Wanita: Jakarta.

Manaf A (2001). Peran Fase Sekresi Dini Insulin Dalam Perjalanan Penyakit DM Tipe 2 :

Misnadiarly (2006). Diabetes mellitus mengenali gejala, menanggulangi dan mencegah komplikasi. Pustaka Popular Obor: Jakarta.

Murti B (2007). Prinsip dan Metode Riset Epidemiologi. Yogyakarta; Gadjah Mada University Press.

Prinsip- Prinsip Ilmu Penyakit Dalam. EGC : Jakarta.

Syamsulhadi HM (2010). Aspek psikiatri disfungsi seksual. Bag/SMF Psikiatri FK UNS/RSUD DR.Moewardi, Dalam : One Day Symposium Sexual Dysfunction : A New Paradigm, 28 November 2010.

Suyono S. Diabetes Melitus Di Indonesia. Dalam: Sudoyo AW, Setiyohadi B, Alwi I, Marcellus S K, Siti Setiati, editor.

Suryono, Badrushshalih M. Andropause (menopause pada laki-laki) plus penyakit pada lansia. Jogjakarta. Juni 2010. Hal: 96.

Taufiqurrahman MA (2008). Pengantar Metodologi Penelitian Untuk Ilmu Kesehatan. Surakarta : UNS Press.

Tobing NL (2006). Seks Tuntunan Bagi Pria. Jakarta : Elex Media Komputindo.

Windhu SC (2009). Disfungsi seksual pria. Dalam : Tinjauan Fisiologis dan Patologis terahadap Seksualitas. Yogyakarta : ANDI.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.