EVALUASI PENGGUNAAN OBAT TERKAIT DOSIS PADA PASIEN ASMA

Khoirin Khoirin, Nopita Ria Mayasari

Abstract


Latar belakang: Asma merupakan inflamasi kronis saluran pernafasan. Dasar penyakit ini adalah
hiperaktivitas bronkus dan obstruksi saluran pernafasan. Hingga saat ini asma di Indonesia menempati
urut ke 19 angka kematian. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketepatan
penggunaan obat asma pada pasien asma di Rumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang sebanyak
100 pasien. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian non eksperimental dengan
pengumpulan data secara retrospektif dan dianalisis secara deskriptif dengan parameter tepat dosis.
Hasil: Ketepaatan dosis obat asma yang tepat sebanyak 125 kasus (32,05%) dan obat asma yang tidak
tepat sebanyak 265 kasus (67,95%). Tidak tepat terdiri dari dosis kurang dan dosis lebih, dosis kurang
sebanyak 175 kasus (66,03%), dan dosis lebih sebanyak 90 kasus (33,97%) kasus. Tepat dosis
sebanyak 50 kasus, tidak tepat terdiri dari dosis kurang dan dosis lebih, dosis kurang sebanyak 175
kasus dan dosis lebih sebanyak 90 kasus. Saran: Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan suatu
bahan pertimbangan dalam menetapkan penanganan atau pengobatan pada pasien demam tifoid
Dirumah Sakit Islam Siti Khadijah Palembang.
Kata Kunci: Asma, Tepat Dosis, Tepat Obat


Full Text:

PDF

References


Aldino, A. (2016). Pola Penggunaan Obat Asma pada Pasien Asma Rawat Inap di Rumah

Sakit Umum Daerah Dr. Pringadi Kota Medan Periode Juli 2014- Juni 2015. Skripsi.

Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara

Depkes RI. (2009). Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Tahun 2007 Provinsi Sumatera Utara.

Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Departemen Kesehatan

Republik Indonesia. Halaman 7-21, 40, 91

Depkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar. Jakarta: Badan Penelitian Pengembangan

Kesehatan Kementrian Republik Indonesia

GINA. (2011). Global Strategy for Asthma Management and Provention. Halaman 18-28.

GINA. (2012). Global Strategy for Asthma Management and Provention. Halaman 12-20.

GINA. (2012). Global Strategy for Asthma Management and Provention. Halaman 12-20.

GINA. (2014). Global Strategy for Asthma Management and Prevention. http://ginastma.com.

Halaman 4.

Gunawan, Setiabudy, Nafrialdi, dan Rlisabeth. (2009). Farmakologi dan Terapi. Edisi 5.

Jakarta: Departemen Farmacology dan Terapeutik, FK-UI. Halaman 274, 777.

Ilhami. (2018). Pola Penggunaan Obat Asma pada Pasien Asma Rawat Jalan di Rumah Sakit

Universitas Sumatera Utara Periode Juli 2017-Desember 2017. Skripsi. Program Studi

Serjana Farmasi Fakultas Farmasi Universita Sumatera Utara Medan

Kemenkes RI. (2013). Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) 2013. Badan Penelitian dan

Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Jakarta:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 85.

Lim RH, et al. (2010). Hormon Pengaruh Kejadian Asma. Jornal KesMaDaSka

Masoil M, Fabian D, Holt S, et al. (2014). Global Bunder of Asthma. GINA

Medicine Health. (2016). Drug Overdose Overview.

Nasution. (2018). Evaluasi Penggunaan Obat Asma pada Pasien Asma di Rumah Sakit Umum

Pusat H. Adam Malik Medan Periode Juli 2016-Juni 2017. Skripsi. Program Sarjana

Farmasi Fakultas Farmasi Universitas Sumatera Utara Medan

Nearimas. (2018). Anlisis Rasionalitas Penggunaan Obat pada Pasien Asma Rawat Inap di

RSI ‘Aisyiyah Malang Tahun 2016. Skripsi. Program Studi Serjana Farmasi, Fakultas

Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia). (2003). Asma-Pedoman Diagnosis dan

Penatalaksanaan Di Indonesia. Jakarta. Halaman 12, 20-27, 37, 55.

PDPI (Perhimpunan Dokter Paru Indonesia). (2011). PPOK (Penyakit Paru Obstruksi Kronik)

- Pedoman Praktis Diagnosis dan Penatalaksanaan Di Indonesia.

Rengganis, I. (2008). Diagnosis dan Tatalaksana Asma Bronkil. Majalah Kedokteran

Indonesia. 58: (11). Halaman 445-449.

Raissy, H.H., Kelly, H.W., Karkins, M. Dan Szefler, S.J. (2013). Inhaled Corticosteroids in

Lung Diseases. American Journal of Respiratory and Critical Care Medicine. 187

Halaman 798-803.

Supriyatno, B., Makmuri, M.S (2009). Serangan Asma Akut - Buku Ajar Respirologi Anak.

Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia

Scichilone, N., Battaglia, S., Benfante., Bellia. (2013). Safety and Efficary of Montelukast as

Adjunctive Therapy for Treatment of Asthma in Elderly Patients. Clinical

Intervensions in Aging. 8 : Halaman 1329-1377.

Sloan, D., Chantel. (2013). Reactive Versus Proactive Patterns on Inhaled Cortocosteroid Use.

Annals of The American Thoracic Society. 10 (2): halaman 131-134.

Tan, H.Y., dan Rahardja, K. (2007). Obat-Obat Penting. Edisi ke VI. Jakarta: Kepala Badan

Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Halaman

, 71, 272, 823.

Yosmar, R., Andani, M. dan Arifin, H. (2015). Kajian Regimen Dosis Penggunaan Obat Asma

pada Pasien Pediatri Rawat Inap di Bangsal Anak RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Journal

Sains Farmasi & Klinis. 2(1). Halaman 22-29.

Yosmar, R., Andani, M. dan Arifin, H. (2015). Kajian Regimen Dosis Penggunaan Obat Asma

pada Pasien Pediatri Rawat Inap di Bangsal Anak RSUP. Dr. M. Djamil Padang. Journal

Sains Farmasi & Klinis. 2(1). Halaman 22-29.




DOI: https://doi.org/10.36729/bi.v13i1.609

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web Analytics Made Easy - StatCounter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Web AnalyticsWeb Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats