EVALUASI PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN DEMAM TIFOID DENGAN METODE ATC/DDD

Galih Pratiwi, Meri Rosita, Khoirin Khoirin

Abstract


Latar Belakang: Antibiotik merupakan obat yang paling banyak diresepkan di rumah sakit. Kejadian resistensi penggunaan antibiotik pada terapi tifoid dapat terjadi akibat penggunaan antibiotik yang tidak tepat. WHO menggunakan ATC (Chemical Therapeutic Chemical) dan DDD (Daily Dosis Defined) sebagai standar global untuk studi penggunaan obat, salah satu penggunaan antibiotik menggunakan metode ATC / DDD untuk digunakan. Tujuan: Mengevaluasi penggunaan antibiotik pasien demam tipoid dikaji dari segi kuantitas penggunaannya. Metode: Metode retrospektif dilakukan secara cross sectional, populasi seluruh data rekam medis pasien demam tifoid dirawat inap pada bulan Januari-Juni tahun 2021 sebanyak 32 orang, pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling berjumlah 32 responden. Penelitian ini dilaksanakan di Ruang Rekam Medis RSUD Pratama Lubai Ulu bulan Mei - Juli tahun 2021. Analisis data menggunakan analisis dekriptif memberikan gambaran dari hasil penelitian yang diperoleh. Pengumpulan data secara univariat. Hasil: Lama perawatan > 0,96 hari, terdapat dua jenis antibiotik dengan penggunaan tertinggi adalah antibiotik Ceftriaxone (59%), dan Cefotaxim (41%), Nilai DDD 100 patients-days antibiotika yang melebihi ketetapan WHO yaitu Ceftriaxone 50,1 dan Cefotaxim 20,2 ada ketidakrasionalan penggunaan antibiotik RSUD Pratama Lubai Ulu Saran: Agar menjadi bahan pertimbangan dalam menetapkan pengobatan pada pasien demam tifoid .

 

Kata Kunci: Antibiotika, Demam tipoid, metode DDD


Full Text:

PDF

References


Brusch, J.L., (2016). Typhoid Fever Clinical Presentation. Diakses 15 April 2021, darihttp://emedicine.medscape.com/article/231135-clinical.

Farida, Y., Ayu T., Deasy N.W. (2017). Studi Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Pneumonia di Rumah Sakit Rujukan Daerah Surakarta. Journal of Pharmaceutical Science and Clinical Research. 2 (1).

GDB Typhoid and Paratyphoid Collaborators. (2017). The Global Burden of Typhoid and Paratyphoid Fevers: A Systematic Analysis For The Global Burden of DiseaseStudy 2017. The Lancet Infectious Disease. Vol 19:369-381.

Hammad, O., dkk., (2011). Ceftriaxone versus Chloramphenicol for Treatment of Acute Typhoid Fever. Life Science Journal., 8 (2), 100 -105.

Kementerian Kesehatan RI., (2011). Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Terapi Antibiotik. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2011). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nomor 2406/Menkes/Per/XII/2011, tentang Pedoman Umum Penggunaan Antibiotik. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Maghfiroh, A. E., Siwiendrayanti, A. (2016). Hubungan Cuci Tangan, Tempat

Sampah, Kepemilikan SPAL, Sanitasi Makanan dengan Demam Tifoid. Jurnal Pena Medika,6(1):34-45

Nonita R. (2019). Evaluasi Penggunaan Antibiotika pada Kasus Demam Tifoid di Rumah Sakit Panti Rini Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Patatan S. (2017). Evaluasi penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid Rawat Inap Rumah Sakit Stella Maris Makassar pada Tahun 2016. Skripsi. Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Pratiwi, R., (2010). Karakteristik Penderita Demam Tifoid Rawat Inap di RSUD dr.

Agoesdjam Ketapang.

Peraturan Menteri Kesehatan. (2018). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2018 Tentang Program Pengendalian Resistensi Antimikroba di Rumah Sakit. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

Rahmatillah, D. L., Eff, A. R., and Lukas, S., (2015). Case Report Typhoid Fever At PGI Cikini Hospital Jakarta. Wood Industry / Drvna Industrija., 6 (1).

WHO. (2018). Collaborating Centere for Drug Statistic Methodology ATC and DDD.

World Health Organization. 2015. Guidelines for ATC Classification and DDD Assignment.

Norway: Norwegian Institute of Public Health.

WHO. ( 2013) . Guidelines for ATC Classification and DDD Assignment, Ed 16th, Nydalen : Norwegian Institute of Public Health, hal 33-34.

World Health Organization., (2011). Guidelines for the Management of Typhoid Fever.




DOI: https://doi.org/10.36729/bi.v14i2.958

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Web Analytics Made Easy - StatCounter

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Web AnalyticsWeb Analytics Made Easy - StatCounter

View My Stats